Bross Orandi cantik murmerrrr :)

Bross Orandi cantik murmerrrr :)
Bross Organdi

Rabu, 30 November 2011

iklan XL dan As yang digabungkan ini bila dicermati terdapat unsur sindir menyindir...perhatikan dulu ya,,,, n coment please...........

Kamis, 17 November 2011

PROGARAM TRANSMIGRASI DATANG LAGI


Metrotvnews.com, Solo: Puluhan warga Kota Solo, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Propinsi Gorontalo, Rabu (16/11), dalam program transmigrasi Pemerintah Kota Solo. Pasalnya, program transmigrasi ini merupakan cara Pemkot Solo untuk mengentaskan kemiskinan warganya.

Sebanyak sembilan kepala keluarga yang ikut program tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Nantinya, mereka akan memperoleh jatah masing-masing satu unit rumah serta lahan seluas dua hektare.

Salah seorang transmigran, Bambang Timotius, mengaku mengikuti program ini karena ingin memperbaharui hidupnya. Bambang dan keluarga langsung mendaftar saat Pemkot Solo memberitahukan kepada warga perihal program tersebut.

Transmigrasi menjadi pilihan Bambang dengan tujuan untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Ia berharap, di tanah yang baru, masa depan kluarga menjadi yang lebih baik, terutama bagi anak-anaknya.

Selama tinggal di Solo, kebanyakan transmigran tidak memiliki rumah sendiri. Bahkan, sebagian mengontrak di tepi Sungai Bengawan Solo dengan resiko terkena banjir. (Eka Hari Wibawa/*)

Yunani tidak akan keluar dari Zona Euro


http://www.metrotvnews.com/index.php/read/newsvideo/2011/11/17/139919/Yunani-Tidak-Keluar-dari-Zona-Euro/7 

Metrotvnews.com, Athena: Perdana Menteri baru Yunani, Lucas Papademos menegaskan, negeranya tidak akan keluar dari Zona Euro. Papademos juga menyakinkan negara penjamin akan membuat langkah radikal agar negerinya keluar dari krisis ekonomi.

Papademos menyatakan, sejumlah langkah radikal tersebut di antaranya adalah meningkatkan sumber daya serta meregulasi kebijakan fiskal.

Peningkatan sumber daya itu akan dilakukan dengan menghidupkan pertanian dan perkebunan. Hal ini dilakukan untuk memasok kebutuhan pangan Yunani yang selama ini bergantung nyaris seratus persen pada Eropa.

Kini, harga pangan menjadi momok menakutkan bangsa Yunani di tengah kebijakan ekstra ketat dan kenaikan pajak untuk membayar utang.

Papademos mengakui besar anggaran rumah tangga Yunani yang sangat memberatkan adalah gaji pegawai. Pemerintahnya membutuhkan kucuran segera dana talangan tahap lanjutan kelima sebesar 130 juta Euro.

Dana tersebut dibutuhkan Yunani setidaknya untuk bertahan hidup sepanjang enam bulan mendatang. (*)

KRISIS GLOBAL DAN KEBIJAKAN MONETER
INDONESIA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Makro
                                             





Disusun oleh :
Rima Rohani
F0311100


JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011


I. PENDAHULUAN
Krisis perekonomian global telah terjadi di tahun 2008. Krisis tersebut memberikan dampak yang berbeda pada perekonomian global. Pengaruh terhadap perekonomian Indonesia juga sangat besar sebagai konsekuensi terbukanya sistem perekonomian Indonesia. Krisis berawal dari negara tembok kapitalis dunia yaitu Amerika Serikat,yaitu kebijakan moneter pada saat pemerintahan Josh Bush memberikan kredit perumahan dengan suku bunga yang rendah. Dalam periode panjang kebijakan ini membangkitkan kegiatan ekonomi yang didanai secara kredit.  Di sisi lain bunga yang rendah serta mudahnya mendapat kredit pinjaman mendorong meningkatnya jumlah kredit yang memiliki resiko gagal bayar. Kredit lebih banyak diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki penghasilan. Sehingga mereka pun juga tidak memiliki kemampuan membayar yang jelas.
Krisis yang terjadi di Amerika Serikat dapat digambarkan dalam teori domino. Akibat macetnya keuangan perbankan , secara cepat mengalir dan menyebar pada sistem keuangan dunia. Pergeseran arus modal yang besar pada berbagai negara menyebabkan guncangan pada stabilitas sistem keuangan negara- negara tersebut. Akibatnya negara kawasan mengalami dampak perekonomian yang parah sehingga mengakibatkan lesunya pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan akhirnya mereka mengurangi beberapa tenaga kerjanya. Sehingga pengangguran di seluruh dunia meningkat secara tajam di tahun 2008. Selain itu inflasi akibat krisis global juga mengakibatkan transaksi bursa saham menurun drastis. Krisis global juga telah mempengaruhi perdagangan internasional yaitu menurunnya ekspor impor barang dan jasa terlebih lagi dengan komoditas ekspor Indonesia yang didominasi oleh komoditas primer dan komoditas teknologi yang berkualitas rendah.
                Upaya–upaya yang dilakukan dan prospek pemulihan terhadap kisis global ini didiperkuat dan dipercepat implementasinya. Pemulihan ini dilakukan dengan menerapkan kebijakan- kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan sektor riil. Dalam kebijakan moneter diterapkan dengan berbagai program injeksi likuiditas serta langkah penyelamatan lembaga keuangan strategis. Kebijakan fiskal mengarah pada belanja pemerintah dalam jumlah yang besar dan dilakukan secara bersamaan oleh negara maju, baik dalam bentuk pemotongan pajak, penciptaan proyek proyek infrastruktur ,serta pemberian benefit bagi rumah tangga dan perusahaan. Sedangkan dalam kebijakan sektor riil dengan melakukan perbaikan terhadap  permintaan sektor riil dan upaya pembenahan dari sisi ketersediaan likuiditasyang mendukung kegiatan produksi.

II. PEMBAHASAN
1.      Penyebab Krisis Global
            Perekonomian beberapa negara sepanjang tahun 2008 diwarnai oleh dinamika dan tantangan yang cukup berat seiring dengan meningkatnya resiko stabilitas ekonomi akibat gejolak perekonomian global. Beberapa argumen dibangun untuk melihat faktor penyebab mendasar di balik krisis keungan global yang tejadi semenjak tahun 2008. Telah disampaikan oleh  Doni Satria dan Solikin M. Juhro bahwa:

Taylor (2009) mengemukakan bahwa krisis disebabkan oleh kebijakan bank sentral yang cenderung mempertahankan tingkat bunga terlalu rendah, sebagai konsekuensi rendahnya tingkat inflasi dalam jangka waktu yang cukup panjang sebelum terjadi krisis. Taylor memaparkan bahwa bank sentral di negara maju tidak memperhitungkan risiko di sektor perbankan dan keuangan dalam fungsi reaksi kebijakan moneternya, sehingga menyebabkan penetapan tingkat bunga nominal yang salah (terlalu rendah). Implikasi dari analisis ini menunjukan adanya interaksi antara stance kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral terhadap risiko di sektor keuangan khususnya perbankan. Sedangkan Mishkin (2009) mengemukakan bahwa kebijakan moneter cenderung menjadi lebih potensial dimasa krisis tingkat efektifitasnya dibandingkan dengan kondisi normal, sehingga memberikan landasan untuk melakukan menejemen risiko makroekonomi untuk menghadapi masalah kontraksi perekonomian selama periode krisis.

Fakta di atas meunjukkan bahwa krisis global disebabkan oleh kebijakan moneter perbankan Amerika Serikat memberikan suku bunga yang terlalu rendah. Kredit tesebut menyebabkan banyak warga negaranya yang mengambil kredit tersebut. Namun kebanyakan diantara mereka yang meminjam adalah orang-orang yang berpendapatan rendah. Mereka pun kurang jelas mengenai kemampuan membayar kredit tersebut. Saat jatuh tempo mereka tidak mampu membayar untang-utangnya, sehingga terjadi kegagalan pembayaran kredit perumahan (subprime) di Amerika Serikat sehingga menyebabkan rusaknya sisitem perbankan bukan hanya di Amerika Serikat namun juga meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Secara beruntun menyebabkan guncangnya solvabilitas dan likuiditas  lembaga- lembaga keuangan di negara- negara tersebut.
Kebijakan pemerintah yang cenderung expansif dan kurang akomodatif menimbulkan maraknya penyaluran kredit berisiko tinggi. Apalagi dengan kemudahan mengajukan pinjaman yang didukung tren jangka panjang peningkatan harga rumah telah mendorong orang-orang mengajukan kredit yang lebih berisiko dengan harapan mendapatkan refinansi bunga yang lebih rendah. Gagal bayar dan pengambilalihan rumah oleh bank meningkat sejalan dengan berakhirnya periode suku bunga di awal pinjaman, sementara adjustable rate mortgage ( ARM) menjadi lebih tinggi(BI,2008). Suku bunga rendah dan derasnya aliran dana asing menciptakan situasi pasar kredit yang kondusif beberapa tahun sebelum krisis. Kredit perumahan memberikan konstribusi besar bagi peningkatan pemilikan rumah dan besarnya permintaan di sektor properti. Tingginya permintaan akan rumah memicu harga rumah meningkat. Pesyaratan kredit yang cukup mudah mendorong para debitur mengajukan kredit perumahan tersebut( ARM). Hal ini memudahkan debitur mendapatkan suku bunga yang rendah pada periode tertentu dan untuk periode mendatang diberlakukan suku bunga pasar.

OPTIMALISASI POTENSI KELAPA
SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF INDONESIA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Makro
                                             






Disusun oleh :
Rima Rohani
F0311100

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
PENDAHULUAN

Setiap negara di dunia memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Kekayaan yang dimiliki oleh suatu  negara belum tentu bisa dimiliki negara lain. Oleh karena itu setiap negara memiliki keunggulan masing-masing. Begitu pula, Indonesia. Kekayaan yang dimiliki negara Indonesia memang  tak ternilai harganya. Kekayaan tersebut dapat dilihat dari  luasnya  perkebunan kelapa. Dunia mencatatnya sebagai perkebunan kelapa yang terluas di dunia, dengan luas areal mencapai 3,86 juta hektare (ha) atau 31,2 persen dari total areal dunia yang kurang lebih sekitar 12 juta ha. 98 persen dari total luas perkebunan kelapa di indonesia merupakan perkebunan rakyat, dan sisanya berupa perkebunan negara dan perkebunan swasta.
Persebaran kebun kelapa hampir merata di seluruh Indonesia, dengan sebaran terbanyak berada di Sumatera mencapai, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur ,serta beberapa derah lainnya. Total produksi kelapa sejak tahun 2007  menjadi produksi terbesar di dunia dan produksi kelapa terbesar kedua diiukti oleh negara Philipina. Negara Philipina juga saingan terberat Indonesia di pasaran dunia.
Sebenarnya sumber daya kelapa merupakan keunggulan kompetitif Indonesia. Kelapa memberikan potensi yang sangat besar dalam memasuki dunia pasar internasional karena kelapa memiliki kontribusi dan peran strategis hampir pada semua bidang kehidupan, yaitu di bidang ekonomi, pangan, kesehatan, energi, lingkungan, konstruksi, sosial budaya, seni dan kerajinan, serta pariwisata. Namun potensi tersebut masih terhalang oleh beberapa kendala. Kendala yang utama yaitu karena kurangnya tenaga trampil dalam mengolah kelapa baik secara hulu maupun hilir. Oleh karena itu Indonesia perlu melakukan optimalisasi terhadap potensi kelapa Indonesia sehingga mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional.
Optimalisasi dilakukan dengan menentukan kebijakan,stategi, dan program yang tepat. Optimalisasi ini harus dilakukan beriringan baik oleh pemerintah, industi, maupun petani kelapa. Apabila hal-hal tersebut sudah terkondisikan di Indonesia, maka akan meningkatkan produktivitas kelapa dan mampu mengalahkan potensi Philipina yang merupakan saingan terberat Indonesia.















PEMBAHASAN

Pohon kelapa sudah tidak asing lagi di telinga kita karena hampir setiap hari kita mungkin berhubungan dengan hasil dari tanaman kelapa secara langsung maupun tidak langsung. Kelapa hidup di daerah tropis dengan iklim panas dan lembab di Asia-Pasifik. Tanaman kelapa ini menjadi komoditi sosial dimana komoditi ini dibudidayakan oleh jutaan petani di Indonesia sekaligus menjadi matapencaharian utamanya. Kelapa dapat tumbuh di semua jenis tanah. Hal ini terbukti dengan adanya tanaman kelapa rakyat yang tumbuh di tanah pekarangan, pertamanan, tempat rekreasi, di pematang sawah dan di kebun bercampur baur dengan macam tanaman lain serta kelapa dapat juga tumbuh di sungai dan lain-lain. Tetapi bagi perkebunan atau perusahaan yang akan mendirikan perkebunan kelapa, memerlukan pertimbangan dan syarat tanah tertentu agar pertumbuhan tanaman cukup baik dan menguntungkan.
Tanaman kelapa bagi Indonesia merupakan tanaman yang sangat penting, karena tanaman ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, menjadi salah satu komoditi usahatani rakyat, dan merupakan komoditi ekspor. Kelapa adalah tanaman serbaguna yang dimana seluruh bagian tanaman ini bermanfaat bagi kehidupan manusia. Itulah sebabnya tanaman ini telah ratusan tahun dikenal di seluruh kepulauan nusantara.
Daging dari buah adalah komponen kelapa yang paling luas penggunaannya. Daging buah dikembangkan baik untuk produk pangan maupun non pangan mulai dari produk primer yang masih menampakan ciri-cirinya hingga yang tidak menampakan ciri-cirinya. Pengolahan dalam pemanfaatan daging buah kelapa yang sangat dikenal masyarakat pada umumnya  dapat berupa segar atau lewat kopra (kering) . Hasil penting dari pengolahan daging kelapa segar adalah desiccated coconut (DC), coconut cream (CC), coconut milk (CM) dan coconut crude oil (CCO). Dan kopra atau biasa disebut minyak klentik masih diproduksi secara tradisional. Selanjutnya dari produk ini dapat diturunkan beberapa produk hilir. Perkembangan teknologi dan preferensi konsumen yang telah mengakomodasi isu lingkungan dan kesehatan, telah mendorong industri kelapa berkembang makin beragam dan mendalam. Produk-produk yang banyak diminati karena nilai ekonominya yang tinggi diantaranya adalah VCO, AC, CF, CP, CC, serta oleokimia yang dapat menghasilkan asam lemak, metil ester, fatty alkohol, fatty amine, fatty nitrogen, glyserol, dan lain-lainnya. Bahan-bahan tersebut biasanya dipakai industri hilir yang hanya dikuasai oleh beberapa perusahaan raksasa trans-nasional yaitu: Unilever, Henkel, Procter and Gamble, dan Colgate Palmolive. Hanya Filipina dari negara produsen kelapa yang tercatat sebagai eksportir produk oleokimia dari kelapa.


ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN


Hubungan Ketidakjujuran Akademis dengan Perilaku Tidak JuJur Saat Bekerja

Mahasiswa identik dengan tugas yang melimpah. Setiap dosen pasti akan memberikan tugas kepada mahasiswanya. Tidak heran mereka sering melakukan kecurangan karena mereka mengemban tugas kuliah yang begitu banyak. Mereka melakukan kecurangan mungkin karena tidak ada waktu, kurang siap, dan materi yang terlalu berat untuk mereka. Menurut penilitian dari Trevor S. Harding,* Donald D. Carpenter,† Cynthia J. Finelli‡ and Honor J. Passow‡ yang berjudul “Does Academic Dishonesty Relate to Unethical Behavior in Professional Practice? An Exploratory Study” terdapat hubungan kecurangan yang dilakukan pada saat menjadi mahasiswa dengan kecurangan yang dilkakukan pada saat mereka bekerja di masa yang akan datang.  Hal tersebut dapat dilihat dari penelitiannya yang mendapatkan kesamaan dalam proses pengambilan keputusan mahasiswa untuk melakukan kecurangan atau dengan proses pertimbangan untuk melakukan pelanggaran di dalam tempat kerja atau tidak.  Selain itu juga kecurangan yang dilakukan pada saat akademik merupakan indicator perilaku ketidakjujuran di masa depan.