Bross Orandi cantik murmerrrr :)

Bross Orandi cantik murmerrrr :)
Bross Organdi

Sabtu, 13 April 2013

Bross Organdi

Jualan bros pita organdi ni sisttt..
mau mau mau??
Harganya mulai dari 2.000 lhoooo...
untuk lebih komplitnya langsung ke fb saja yaaa sqbross@gmail.com
organdi
Bross Organdi Gemes Mata @4500

Bross Organdi Gemes @4000

Bross Organdi mekrok @4.000

Bross Organi mata lebar @4000

Bross Organdi mutiara @4.000

Bross Organi Gemess @4.500

Yukk marii dipilih bross organdinyaa langsung cek di fb sqbross@gmail.com


Bando @10.000


Bross Organdi Matahari @5.000

Kamis, 09 Agustus 2012


Ayo mariii diburu harga  Bros Rajut Cantik Murah mulai Rp 3.500... order via inbox FB on rima_rohan@yahoo.com...
grab it fast sisstaaaa :)
















Selasa, 15 Mei 2012

Tambah Jadwal Terbang Prameks , Bung !

Hanya sekedar "curhat" saja.
Sebagai pelanggan setia kereta api Prameks Kutoarjo-Solo ( sebaliknya ) saya merasa bahwa kereta Api sudah menjadi kebutuhan vital saya. Banyak keuntungan yang saya dapatkan dari kereta tersebut. Perjalanan sekitar 2 jam termasuk dalam kategori cepat daripada naik bus kutoarjo-solo yang hampir memakan waktu 5 jam. Itupun saya harus naik bus jurusan Jogja dahulu, setelahnya baru naik bus yang jurusan Purwoketo-an. Kalau tidak terpaksa ya saya lebih memilih tidak naik bus. Pasti!
 Biaya yang dikeluarkanpun hampir sama. Untuk Prameks itu sendiri Kutoarjo-Solo ( sebaliknya ) Rp 20.000,00 dan bus sendiri ya sekitar Rp 20.000,00.
Tapi sebenarnya masih ada yang kurang dari pelayanan Prameks itu sendiri. Menurut saya jam terbang (istilah) masih termasuk dalam kategori sedikit. Apalagi yang terbang dari Solo-Kutoarjo. Yang saya tahu hanya ada 3 kali keberangkatan .
1. 05.30
2. 12.20
3. 15.00

Saya sebagai mahasiswa yang kadang kuliahnya sampai sore ( jam 15.00 ke bawah) ingin mewakili teman-teman yang senasib dengan saya  menghibau PT KAI untuk menambah jam terbang Prameks yang sore sekitar jam 17.30.
Semoga dikabulkan bung..
Terimakasih

Sabtu, 17 Desember 2011

PROPOSAL USAHA JAM TANGAN VIRIES WATCH


PROPOSAL
USAHA JAM TANGAN
VIRIES WATCH













Disusun Oleh :
RIMA ROHANI
SARVINA SABATINI
XII IPS 1

SEKOLAH MENENGGAH ATAS
SMA NEGERI 1 PURWOREJO
PURWOREJO
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT kerena atas rahmat dan hidayah-nya saya dapat menyusun PROPOSAL USAHA JAM TANGAN VIRIES WATCH ini dengan lancar dan tepat pada waktunya, Untuk selanjutnya dalam pembuatan proposal ini tidak luput dari bimbingan berbagai pihak. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih kepada :
  1. Orang tua yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada saya
  2. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing saya
  3. Teman-teman yang saya sayangi, tiada tempat mencurahkan segala isi hati kecuali pada       kalian
  4. Masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan.
Proposal  ini saya susun sebagai bahan pertimbangan pengajuan usulan usaha yang saya laksanakan berdasarkan peluang yang ada di wilayah saya sesuai dengan pengamatan sekitar yang telah saya laksanakan.
            Meskipun proposal ini telah saya tulis dengan hati-hati namun saya yakin proposal ini masih jauh dari sempurna. Semoga proposal ini berguna untuk semua pihak.
                                                                












1.PENDAHULUAN
Di era global sekarang ini keadaan ekonomi di Indonesia memang sangat memprihatinkan sejak krisis ekonomi yang melnda bangsa Indonesia membuat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan pengangguran. Banyak kejahatan yang terjadi dimana mana terlebih lebih di kota kota besar seperti Jakarta.banyak para pengusaha yang bangkrut kemudia gulung tikar.Banyak para remaja yang putus sekolah dan menjadi pengangguran. Sebagai warga Negara kreatif kita tidak boleh putus asa ataupun pantang menyerah pada keadaan sekarang ini yang serba sulit kita harus berusaha,kreatif,inovatif dan berani mengambil suatu keputusanserta resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Kita tidak harus bergantung pada orang lain.Untuk mendapatkan suatu pekerjaan kita harus berusaha semaksimal mungkin. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mengurangi pengangguran yaitu dengan berwira usaha. Dengan kita berwira usaha kita bisa belajar mandiri dan bisa memaknai arti penting kehidupan secara tidak langsung kita sudah membantu banyak orang.

2. LATAR BELAKANG
Usaha ini berawal dari kecintaan kami terhadap makna asesoris terutama jam tangan. Setiap kami memakai dan membeli jam tangan. Setelah saya amati usaha ini belum banyak dan jarang di temui di lingkungan rumah saya. Dari informasi-informasi yang saya peroleh dan menurut pandangan saya usaha ini akan mencapai kesikseasan dan maju. Dalam mendirikan usaha ini saya juga meringankan biaya-biaya yang akan saya butuhkan dan dalam usaha ini saya belum membutuhkan tenaga kerja karyawan. Untuk dapat mengatasi segala rintangan yang kami hadapi. Dalam menjalankan usaha ini membutuhkan kemantapan dan keuletan dalam menjalankanya. Saya juga akan bersungguh-sungguh dalam mengelola usaha ini sebaik mungkin. Begitu besarnya biaya usaha yang dibutuhkan,saya tidak akan main-main dalam usaha ini.







Raja Muda Bisnis Multimedia


Raja Muda Bisnis Multimedia
Hary Tanoesoedibjo, Presdir PT Bimantara Citra Tbk dinobatkan Warta Ekonomi sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005. Disebut, tidak banyak orang yang sukses dalam industri media elektronik maupun cetak. Salah satunya adalah Hary Tanoesoedibjo. Tak heran bila kemudian dia dijuluki "Raja Muda Bisnis Multimedia".
Warta Ekonomi 28 Desember 2005: Kiatnya? Tahun 1989 ada orang yang bertanya: Siapa sih Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo? Dia baru berumur 25 tahun ketika mulai bekerja di PT Bhakti Investama. Waktu itu Hary baru saja meraih gelar Master of Business Administration dari Carlton University, Kanada. Namun, kalau pada 2005 masih ada yang bertanya siapakah Hary Tanoesoedibjo, atau yang akrab dipanggil Hary Tanoe, rasanya keterlaluan. Sebab, dialah raja bisnis multimedia di Indonesia.
Julukan “Raja Bisnis Multimedia” memang kian lekat pada pria kelahiran 26 September 1965 ini. Apalagi sejak mengambil alih PT Bimantara Citra Tbk. tahun 2000 lalu, Hary mengusung ambisi ingin menjadi jawara bisnis media penyiaran dan telekomunikasi. Dan, mimpi itu terbukti. Kini Hary Tanoe mempunyai tiga stasiun TV swasta: RCTI, TPI, dan Global TV, juga stasiun radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia dan Majalah Ekonomi.

Renungan Hari Proklamasi


Renungan Hari Proklamasi

Sambil mengacungkan kepalan tangan ke atas, teriakan “merdeka” berkumandang di segenap penjuru Indonesia. Kalau Jenderal Douglas MacArthur menggelorakan menang perangnya dengan tekad: “in war there is no substitute for victory”. Rakyat Indonesia di bawah naungan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, Bung Tomo, Jenderal Soedirman dan para pemimpin freedom fighters lainnya semangat rakyat tidak kalah menggelora: “Merdeka atau mati!”.
Peringatan Hari Proklamasi, dewasa ini, didominasi oleh upacara-upacara resmi, khususnya upacara nasional yang diselenggarakan di halaman depan Istana Negara dipimpin langsung oleh Presiden RI. Kemudian dikaitkan juga dengan  semacam pesta rakyat di tingkat kelurahan yang cukup ramai dan menimbulkan kegembiraan sepintas.
Agaknya tidak banyak peluang bagi para warga, yang prihatin mengamati situasi kondisi bangsa dan negara, untuk merenungkan, apakah makna yang tersimpul dalam peristiwa amat bersejarah 65 tahun lalu di Jakarta itu masih relevan dengan situasi yang dihadapi bangsa, saat ini? Apakah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia masih mampu menjadi sumber inspirasi yang mengangkat kita dari tekanan depresi melihat bangsa ini seperti terjerat dalam rawa persoalan?

Pengaruh Globalisasi Terhadap Ekonomi,Budaya dan Politik di Indobesia


Pengaruh Globalisasi Terhadap Ekonomi,Budaya dan Politik di Indobesia

Seperti kita ketahui saat ini, terasa atau tidak terasa, suka atau tidak suka, kita sedang terbawa oleh perubahan zaman yang sangat besar yang menyangkut segala aspek kehidupan menuju suatu era yang disebut dengan era globalisasi.
Sejauh mana kita berperan serta dalam era globalisasi tersebut?
Sebenarnya yang diinginkan bangsa Indonesia adalah kita sebagai bangsa yang besar harus dapat berperan serta positif dalam era globalisasi ini, kita tidak ingin hanya menjadi obyek dan bulan-bulanan bangsa lain.Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin untuk menyongsong era tersebut, salah satu alternatif adalah mempersiapkan sumber daya manusia melalui proses pendidikan. Jadi masalah utama yang harus dijawab dalam adalah model pengajaran apa yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka menyongsong era globalisasi.
Globalisasi ekonomi merupakan elemen lain dari kecenderungan internasional sekarang. Sebelum Perang Dingin antara Blok AS dan US berakhir sekitar akhir 1980-an, ada dua model sistem ekonomi yang dapat dijadikan negara baru, termasuk Indonesia untuk menyelenggarakan kehidupan ekonomi nasionalnya, yakni sistem ekonomi liberal atau pasar bebas yang merupakan ciri  dari perekonomian negara-negara industri maju Barat, dan sistem ekonomi yang sentralistik atau sosialis, yang biasanya dianut oleh negara-negara Blok Komunis. Namun, sejak memasuki 1990-an, sebagai kelanjutan dari runtuhnya tembok komunisme, masyarakat dunia berpaling ke Blok Barat, dan menganggap sistem ekonomi pasarlah yang mampu menciptakan kesejahteraan bangsa. Melalui bantuan luar negeri dan iklan produk kapitalisme, negara-negara industri Barat, telah mampu mempengaruhi pasar dunia. Berbagai bentuk kerjasama dan perdagangan internasional serta regional didirikan. Semuanya telah dijadikan instrumen yang sangat efektif di dalam menjajakan sistem ekonomi alternatif tersebut. Sebagai akibatnya, sebagian besar negara dan masyarakat internasional, termasuk Indonesia, sekarang berpaling kepada sistem ekonomi dunia yang baru ini.
Bagaimana dengan Indonesia? Prinsip globalisasi adalah adanya pembagian kerja untuk mencapai efisiensi. Sinyalemen bahwa Indonesia dengan tenaga kerja melimpah dan upah buruh murah hanya kebagian industri ”peluh” (sweatshop) seperti pakaian jadi dan alas kaki dalam rantai kegiatan produksi global, terbukti sebagian besar benar.China, India, dan Malaysia juga memulai dengan sweatshop, tetapi kemudian mampu meng-upgrade industrinya dengan cepat. Hal ini yang tidak terjadi di Indonesia. Kebijakan Indonesia menghadapi globalisasi sendiri selama ini lebih didasarkan pada sikap pragmatisme.
Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Hadi Soesastro (Globalization: Challenge for Indonesia) mengatakan, kebijakan pemerintah menghadapi globalisasi tidak didasarkan pada pertimbangan ideologis, tetapi lebih pada penilaian obyektif apa yang bisa dicapai negara-negara Asia Timur lain.Apalagi, saat itu di antara negara-negara di kawasan Asia sendiri ada persaingan, berlomba untuk meliberalisasikan perekonomiannya agar lebih menarik bagi investasi global. Momentum ini didorong lagi oleh munculnya berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi regional seperti AFTA dan APEC.
Pemerintah meyakini melalui liberalisasi pasar, industri dan perusahaan-perusahaan di Indonesia akan bisa menjadi kompetitif secara internasional. Sejak pertengahan tahun 1980-an,Indonesia sudah mulai meliberalisasikan dan menderegulasikan rezim perdagangan dan investasinya.
Selama periode 1986-1990, tidak kurang dari 20 paket kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi diluncurkan. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Timur yang memulai program liberalisasi ekonomi dengan liberalisasi rezim devisaNamun, dalam banyak kasus, paket kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mendorong sektor swasta waktu itu cenderung reaktif dan tak koheren serta diskriminatif karena sering kali tidak menyertakan kelompok atau sektor tertentu dari program deregulasi. Jadi, tidak mendorong terjadinya persaingan yang sehat.
Pengusaha tumbuh dan menggurita bukan karena ia efisien dan kompetitif, tetapi karena ia berhasil menguasai aset dan sumber daya ekonomi, akibat adanya privelese atau KKN dengan penguasa. Kini Indonesia terkesan semakin gamang menghadapi globalisasi, terutama di tengah tekanan sentimen nasionalisme di dalam negeri. Di pihak pemerintah sendiri, karena menganggap sudah sukses melaksanakan tahap pertama liberalisasi (first-order adjustment) ekonomi, pemerintah cenderung menganggap sepele tantangan yang menunggu di depan mata.
Ini tercermin dari sikap taken for granted dan cenderung berpikir pendek. Padahal, tantangan akan semakin berat dan kompleks sejalan dengan semakin dalamnya integrasi internasional. Belum jelas bagaimana perekonomian dan bangsa ini menghadapi kompetisi lebih besar yang tidak bisa lagi dibendung.
Jika China yang the world’s factory dan India yang kini menjadi surga outsourcing IT dunia berebut menjadi pusat inovasi dunia, manufacture hub, atau mimpi-mimpi lain, Indonesia sampai saat ini belum berani mencanangkan menjadi apa pun atau mengambil peran apa pun di masa depan. Jika Indonesia sendiri tak mampu memberdayakan dan menolong dirinya serta membiarkan diri tergilas arus globalisasi, selamanya bangsa ini hanya akan menjadi tukang jahit dan buruh.
Menurut seorang panelis, yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning, repositioning strategy, dan leadership. Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk mencapai itu, tahun 2030 bukan tidak mungkin Indonesia juga bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan berdaya sebagai pemenang dalam globalisasi.
Sementara dalam bidang sosial budaya, globalisasi telah mampu menciptakan penyeragaman gaya hidup. Pragmatisme dan konsumerisme merupakan dampak yang paling kasat mata dari perkembangan budaya masyarakat dunia. Sebagai akibat dari kemajuan di bidang teknologi informasi, khususnya periklanan, kecenderungan untuk memproduksi sekarang kalah cepat dibandingkan untuk mengkonsumsi. Peran dari perusahaan multinasional yang mampu dengan cepat dan massal menawarkan produknya, telah menggusur kesadaran kolektif akan perlunya nasionalisme ekonomi atau bahkan jati diri bangsa. Demi mengikuti perkembangan gaya hidup global, kerja keras dan kesederhanaan diabaikan. Khawatir dituduh tidak “trendy” dan bukan menjadi warga internasional, semangat untuk mencipta di sebagian besar negara dunia sekarang, dianggap bukan lagi persoalan yang sangat penting.
Dari segi politik, globalisasi dibuktikan lewat penyeragaman sistem penyelenggaraan pemerintahan. Dengan demokrasi liberal sebagai standarnya, negara-negara industri maju berusaha untuk mendikte negara mana pun yang berharap dapat memperoleh hikmah dari segala macam kemajuan di atas. Dewasa ini, tidak satu negara bebas di dunia ini yang tidak berkenalan dengan demokrasi dan pasar bebas. Bank Dunia,InternasionalMonetary Fund, World Trade Organization, Organisasi Kerjasama Ekonomi Regional, dan bahkan PBB, telah berfungsi sangat efektif di dalam mensosialisasikan gagasan-gagasan kebebasan di seluruh dunia. Meskipun bentuk negara merdeka masih dihargai, namun dari segi politik, kedaulatannya sudah kian rentan. Konsep pertahan wilayah atau pun negara sekarang menjadi semakin relatif sifatnya. Keichi Ohmae menafsirkan kecenderungan global seperti ini sebagai “dunia tanpa batas” (borderless world). Sedangkan Immanuel Walerstein menyebutnya sebagai “sistem dunia” (world system) yang tandai oleh adanya “global shopping centre”.
Bagaimana yang seharusnya Indonesia lakukan untuk menyikapi perkembangan globalisai tersebut?
 Salah satu alternatif adalah memperkenalkan IPTEK secara dini dalam pendidikan formal karena siswa-siswi kita adalah sumber daya manusia dimasa yang akan datang.Peringatan Kebangkitan Nasional, idealnya mampu mengantarkan komponen bangsa ini pada kontemplasi terhadap eksistensi nasionalisme yang tengah berada dalam ancaman. Nasionalisme kita yang tengahberada dalam ancaman, paling tidak diindikasikan semakin panjangnya deretan persoalan kebangsaan, seperti besarnya utang luar negeri, fenomena memudarnya rasionalitas dan praktik kriminalitas sosial yang terus diperagakan dalam lahan sosial Indonesia sehingga muncul sebutan Republic of Horor atau Republic of Fear, menuntut Indonesia untuk memiliki apa yang disebut nasionalisme baru atau paling tidak merevitalisasi nasionalisme kita yang sesungguhnya dibutuhkan bangsa ini agar menjadi sebuah keniscayaan.Langkah ini barangkali bisa menjadi salah satu alternatif, yang mampu memberikan sumbangan penting untuk turut meminimalisasi pesimistis yang melanda sebagian besar warga negara, agar menempatkan kembali nasionalisme sebagai sesuatu yang dipahami bersama dalam berbangsa dan bernegara serta mempertahankan nasionalisme dari implikasi negatif globalisasi politik dan ekonomi.

Paragraf Induktif


PARAGRAF INDUKTIF
1. Analogi:
          
a.  Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

b. Lembaga pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan, dapat disamakan dengan pabrik.  Jika lembaga-lembaga pendidikan mengeluarkan lulusan-lulusannya, pabrik mengeluarkan produksinya.  Suatu lembaga pendidikan yang berhasil mengeluarkan lulusan yang bermutu akan mendapat penilaian yang tinggi dari masyarakat, sebagaimana masyarakat juga menilai tinggi terhadap suatu pabrik yang menghasiikan produksi dengan mutu yang baik.  Produksi dengan mutu yang baik tentu mempunyai kemungkinan pemasaran yang baik pula.  Dengan kata lain, produksi yang bermutu baik akan marketable.  Pabrik penghasil produksi yang bermutu itu akan dikenal oleh masyarakat dan apabila dapat mempertahankan mutu produksinya, dia akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.  Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan.  Apabila keluarannya bermutu, lulusan lembaga pendidikan itu akan mudah mencari pekerjaan karena lulusan-lulusannya dibutuhkan oleh masyarakat.  Dengan demikian, lembaga pendidikannya pun akan mendapat penghargaan yang tinggi dari masyarakat.  Jika lembaga pendidikan dimaksud dapat mempertahankan mutu lulusan-lulusannya, ia akan mendapat kepercayaan masyarakat.


2. Generalisasi:
            
a. Kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Purworejo memiliki 28 murid. Hari Kamis kemarin Bu Endang memberikan ulangan matematika pada jam pengayaan. Dari hasilnya di Ketahui Yang remidi hanya 2 siswa, yang mendapat nilai 75-85 sekitar 10 anak, murid yang lainnya mendapat nilai 85 ke atas. Dapat diketahui bahwa XII IPS 1 pandai dalam pelajaran matematika.

b. Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.

3. Paragraf Sebab Akibat
a. Sejumlah pedagang daging ayam di Purworejo mengalami gulung tikar karena omset penjualan yang mereka peroleh tidak bisa menutup modal awal. Minimnya omset penjualan  karena turunnya jumlah pembeli, akibat ketidakmampuan daya beli masyarakat.
b. Musim Penghujan  tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, sanitasi di kota itu tidak dirawas dengan semestinya. Ditambah lagi dengan masyarakatnya yang selalu membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, tidak mengherankan kota itu selalu dilanda banjir..

4. Paragraf akibat sebab

a. Di Purworejo banyak pengusaha fotokopi yang mengalami kerugian selama empat hari ini. Ekonomi pasar hampir mati total. Kegitan para pegawai tidak seefektif biasanya begitu pula kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah juga ikut tidakefektif. Beberapa hal ini diakibatkan oleh listrik mati selama empat hari di kota tersebut.

b. Purworejo. Dimana- mana debu bertebaran. Banyak orang yang beralih sebagai pedagang masker. Orang- orang malas untuk beraktifitas. Ekonomi pasar juga hampir mati total. Jalanan juga lebih sepi dari biasanya. Tugas rumah semakin banyak, yang biasanya mengepel lantai semiinggu tiga kali menjadi setiap hari. Hal ini dikarenakan dampak dari erupsi Gunung Merapi di Jogjakarta.

5. Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
           
a. Akhir- akhir ini petani Purworejo gagal panen karena tanaman padi mereka diserang hama keong. Hal ini menelan kerugian ratusan juta rupiah. Selain itu, distribusi beras ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Semarang terganggu. Persediaan di desa ;pun juga semakin menipis. Sehingga pemerintah melakukan kebijakan mengimpor beras dari Negara tetangga.
b. Para pedagang kurang pengetahuan dalam menawarkan dagangannya. Hasil jualan para pedagang di Desa Suka Maju hampir setiap bulan tidak memuaskan. Banyak barang dagangan yang tidak laku jual. Banyak pula dagangan yang membusuk. Bukan itu saja, mereka mengalami kerugian yang luar biasa.

           

Selasa, 13 Desember 2011


LAPORAN UNIT BISNIS UKM
“ANEKA PARFUME”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi




Disusun oleh :
Nanda Rosyid ( F0311082 )
Rima Rohani ( F0311100 )
Rizky Pradana Putra ( F0311103 )
Willy Bramantya ( F0311118 )

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011

A.    PENDAHULUAN
Telah berjalannya mata kuliah Akuntansi Pengantar I selama hampir 1 semester, kiranya dapat mencapai hasil yang diharapkan terhadap pengetahuan dan ilmu Akuntansi yang diperoleh mahasiswa. Mahasiswa diharapkan telah mampu membuat laporan keuangan sederhana dari event-event ekonomi yang terjadi dalam suatu perusahaan. Mulai dari mengidentifikasi event ekonomi, mencatat event ekonomi ke dalam jurnal, hingga akhirnya mengkomunikasikan ke dalam bentuk laporan keuangan yang berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Jika hanya teori saja yang diajarkan, maka dirasa tidaklah cukup. Oleh karena itu, diperlukan juga penerapan dan pengaplikasian secara langsung oleh mahasiswa dalam membuat dan meneliti laporan keuangan suatu perusahaan. Salah satu caranya ialah dengan terjun langsung ke dalam perusahaan yang berada di masyarakat, dalam hal ini adalah Unit Usaha UKM.
Mahasiswa dituntut untuk meneliti pengelolaan laporan keuangan yang ada di UKM tersebut. Namun jika UKM tersebut tidak membuat laporan keuangan, maka mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmunya yaitu dengan membantu menyusun laporan keuangan sederhana bagi UKM tersebut. Dengan begitu diharapkan nantinya mahasiswa dapat memiliki ilmu yang memadai baik teori maupun praktek di lapangan, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat lebih tertanam dalam jiwa mereka.
B.     PEMBAHASAN
1.      Gambaran Umum Perusahaan
Unit bisnis UKM yang akan kita bahas dalam makalah ini ialah “Aneka Parfume” milik Bapak Karim yang terletak di Jalan Surya Utama, belakang Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS). Sebenarnya toko parfum tersebut merupakan cabang dari toko parfum Bapak Karim yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau ingin mencoba merintis usaha parfum di kota Solo ini. Sampai saat ini, toko parfum yang dimiliki Bapak Karim ada 2 di Sidoarjo dan 1 di Solo. Toko parfum di Sidoarjo sudah dimulai sejak bulan April 2009, sedangkan baru memulai di Solo sekitar bulan April 2011.
Usaha yang digeluti Bp. Karim dapat dibilang sebagai usaha keluarga, dimana kerjasama antar anggota keluarga dalam menghasilkan produk sangat berpengaruh terhadap kelancaran usaha. Untuk pembelian bahan baku parfum ( kulakan ), Bp. Karim mengandalkan pamannya yang merupakan distributor sekaligus importir guna menunjang ketersediaan produk. Biaya angkut yang digunakan dalam pengiriman barang menggunakan prinsip FOB destination, dimana barang masih menjadi milik pengirim barang saat berada di perusahaan angkut. Jadi Bp. Karim tidak perlu mengeluarkan biaya angkut.


MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Lingkungan dalam Perspektif Islam





Oleh :
Kelompok 4
1.      Rima Rohani                       (F0311100)
2.      Rizka Naili K.                     (F0311101)
3.      Rizki Akbar Anwar            (F0311102)
4.      Rizzky Pradana Putra         (F0311103)
5.      Sheylla Carlinda .P.            (F0311105)

Dosen : Zeni Lutfiah, S.Ag, M.Ag

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2011BAB I
PENDAHULUAN






A.    LATAR BELAKANG
Problem lingkungan hidup pada masa sekarang sudah merupakan masalah khusus dan besar bagi pemerintah dan masyarakat. Masalah lingkungan hidup memang merupakan masalah yang kompleks di mana lingkungan lebih banyak bergantung kepada tingkah laku manusia yang semakin lama semakin menurun, baik segi kualitas maupun kuantitas dalam menunjang kehidupan manusia, ditambah lagi dengan melonjaknya pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dengan baik.
Dari kenyataan ini kiranya manusia perlu berangsur-angsur mengembangkan suatu sikap yang menyayangi terhadap alam. Yang perlu kita atasi adalah kecenderungan untuk melihat alam sebagai obyek semata-mata, sebagai sesuatu untuk dimanfaatkan dan dieksploitasi menurut keperluan atau kesewenang-wenangan manusia. Manusia harus belajar melihat alam sebagai kawan kita. Karena pada dunia yang padat nanti ketergantungan manusia terhadap alam akan bertambah. Keserasian dengan alam bagi manusia, yang diperlukan untuk menghadapi masa depan, bukan persoalan pengetahuan dan konsepsi intelektual semata.
Manusia akan harus belajar hidup di suatu bumi yang terbatas di mana pertumbuhan ditentukan oleh batas-batas kemampuan teknologi dan kearifan manusia itu sendiri. Jika manusia tidak mengembangkan dan memupuk kearifan mengelola masyarakat, tata lingkungan dan kehidupan, lebih banyak lagi orang yang akan menderita di masa-masa mendatang.
Manusia diangkat Allah sebagai khalifah. Kekhalifahan yang menuntut manusia untuk memelihara, membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaannya. Dengan kedudukannya itu manusia diberi tanggung jawab, yaitu diserahi bumi dengan segala isinya dan tidak boleh diabaikan pula usaha untuk melestarikannya, artinya hendaklah dijaga keseimbangan ekologi dan hindari pencemaran serta diupayakan agar digunakan sehemat mungkin. Bumi ini bukanlah warisan nenek moyang segelintir orang, melainkan pinjaman dari anak cucu mereka. Selaku peminjam, mereka harus pandai dan adil, tidak ceroboh supaya barang pinjaman itu dapat dikembalikan sesuai aslinya, atau mungkin lebih baik lagi.
Oleh karena itu, kelompok kami tertarik untuk membahas tentang Lingkungan dalam Perspektif Islam dan makalah ini mencoba menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan pandangan Islam tentang problematika lingkungan hidup.


B.     TUJUAN
1.      Memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan Agama Islam
2.      Untuk mengetahui pengertian lingkungan dan pengertian lingkungan menurut Islam
3.      Agar lebih memahami pandangan Islam terhadap lingkungan
4.      Untuk mengetahui langkah – langkah pencegahan yang dapat ditempuh untuk mengatasi kerusakan alam


BAB II
ISI

A.    Pengertian Lingkungan

Manusia wajib memelihara dan menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari dan alami. Hal ini disebabkan, karena lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dala kehidupan manusia. Lingkungan hidup menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997, didefiniikan sebagai “kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup”. Dalam pengelolaan lingkungan hidup, manusia mempunyai peranan yang sangat penting. Karena pengelolaan lingkungan hidup itu sendiri, pada akhirnya ditujukan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini.
Selanjutnya lingkungan hidup (Human Ecology) menurut H.A. Mattulada (1994) meliputi makhluk biologis, makhluk bermasyarakat dan sebagai insan budaya. Dapat dikatakan, lingkungan hidup manusia terdiri atas: 1) lingkungan biofisik, 2) lingkungan sosial, dan 3) lingkungan budaya. Adapun Yusuf al-Qardhawi (2002) (dalam Jalaluddin, 2008: 3) menilai lingkungan hidup meliputi yang dinamis (hidup) dan yang statis (mati). Lingkungan dinamis (hidup), lanjut al Qardhawi meliputi wilayah manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan lingkungan statis (mati) meliputi alam ( thabiah) yang diciptakan Allah, dan industri (shinaiyyah) yang diciptakan manusia.
Lingkungan statis ini dapat dibedakan dalam dua kategori pokok. Pertama, bahwa seluruh alam ini diciptakan untuk kemaslahatan manusia, membantu dan memenuhi semua kebutuhan mereka. Kedua, bahwa lingkungan dengan seisinya, satu sama lain saling mendukung, saling menyempurnakan, saling menolong, sesuai dengan sunnah-sunnah Allah yang berlaku di jagat raya ini. Di sini terlihat, bahwa “naturnya” lingkungan itu berada dalam sebuah system tatanan yang harmonis. Menurut H.A. Mattulada (1994), saling hubungan dan ketergantungan antara segenap anasir melahirkan apa yang disebut “system lingkungan” (ecosystem). Suatu sistem yang berlaku pada lingkungan hidup social dan lingkungan hidup budaya, sebagai keseluruhan lingkungan hidup manusia. Ketiga lingkungan hidup (alam fisik, sosial dan budaya) itu pun berada dalam saling berhubungan dan saling ketergantungan (dalam Jalaluddin, 2008: 4).
Dari pendapat di atas dapatlah disimpulkan bahwa lingkungan itu sebenarnya ada dua, yaitu lingkungan manusia dan lingkungan selain manusia atau disebut juga lingkungan alam (hewan, tumbuhan, sosial, benda, daya, keadaan dan termasuk juga perilaku manusia). Atau dengan kata lain, lingkungan mencakup segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. Bahkan manusia pun dapat dikategorikan sebagai lingkungan. Pembentukan lingkungan yang baik menjadi tugas dan tanggung jawab
manusia.

Rabu, 30 November 2011

iklan XL dan As yang digabungkan ini bila dicermati terdapat unsur sindir menyindir...perhatikan dulu ya,,,, n coment please...........

Kamis, 17 November 2011

PROGARAM TRANSMIGRASI DATANG LAGI


Metrotvnews.com, Solo: Puluhan warga Kota Solo, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Propinsi Gorontalo, Rabu (16/11), dalam program transmigrasi Pemerintah Kota Solo. Pasalnya, program transmigrasi ini merupakan cara Pemkot Solo untuk mengentaskan kemiskinan warganya.

Sebanyak sembilan kepala keluarga yang ikut program tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Nantinya, mereka akan memperoleh jatah masing-masing satu unit rumah serta lahan seluas dua hektare.

Salah seorang transmigran, Bambang Timotius, mengaku mengikuti program ini karena ingin memperbaharui hidupnya. Bambang dan keluarga langsung mendaftar saat Pemkot Solo memberitahukan kepada warga perihal program tersebut.

Transmigrasi menjadi pilihan Bambang dengan tujuan untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Ia berharap, di tanah yang baru, masa depan kluarga menjadi yang lebih baik, terutama bagi anak-anaknya.

Selama tinggal di Solo, kebanyakan transmigran tidak memiliki rumah sendiri. Bahkan, sebagian mengontrak di tepi Sungai Bengawan Solo dengan resiko terkena banjir. (Eka Hari Wibawa/*)

Yunani tidak akan keluar dari Zona Euro


http://www.metrotvnews.com/index.php/read/newsvideo/2011/11/17/139919/Yunani-Tidak-Keluar-dari-Zona-Euro/7 

Metrotvnews.com, Athena: Perdana Menteri baru Yunani, Lucas Papademos menegaskan, negeranya tidak akan keluar dari Zona Euro. Papademos juga menyakinkan negara penjamin akan membuat langkah radikal agar negerinya keluar dari krisis ekonomi.

Papademos menyatakan, sejumlah langkah radikal tersebut di antaranya adalah meningkatkan sumber daya serta meregulasi kebijakan fiskal.

Peningkatan sumber daya itu akan dilakukan dengan menghidupkan pertanian dan perkebunan. Hal ini dilakukan untuk memasok kebutuhan pangan Yunani yang selama ini bergantung nyaris seratus persen pada Eropa.

Kini, harga pangan menjadi momok menakutkan bangsa Yunani di tengah kebijakan ekstra ketat dan kenaikan pajak untuk membayar utang.

Papademos mengakui besar anggaran rumah tangga Yunani yang sangat memberatkan adalah gaji pegawai. Pemerintahnya membutuhkan kucuran segera dana talangan tahap lanjutan kelima sebesar 130 juta Euro.

Dana tersebut dibutuhkan Yunani setidaknya untuk bertahan hidup sepanjang enam bulan mendatang. (*)

KRISIS GLOBAL DAN KEBIJAKAN MONETER
INDONESIA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Makro
                                             





Disusun oleh :
Rima Rohani
F0311100


JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011


I. PENDAHULUAN
Krisis perekonomian global telah terjadi di tahun 2008. Krisis tersebut memberikan dampak yang berbeda pada perekonomian global. Pengaruh terhadap perekonomian Indonesia juga sangat besar sebagai konsekuensi terbukanya sistem perekonomian Indonesia. Krisis berawal dari negara tembok kapitalis dunia yaitu Amerika Serikat,yaitu kebijakan moneter pada saat pemerintahan Josh Bush memberikan kredit perumahan dengan suku bunga yang rendah. Dalam periode panjang kebijakan ini membangkitkan kegiatan ekonomi yang didanai secara kredit.  Di sisi lain bunga yang rendah serta mudahnya mendapat kredit pinjaman mendorong meningkatnya jumlah kredit yang memiliki resiko gagal bayar. Kredit lebih banyak diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki penghasilan. Sehingga mereka pun juga tidak memiliki kemampuan membayar yang jelas.
Krisis yang terjadi di Amerika Serikat dapat digambarkan dalam teori domino. Akibat macetnya keuangan perbankan , secara cepat mengalir dan menyebar pada sistem keuangan dunia. Pergeseran arus modal yang besar pada berbagai negara menyebabkan guncangan pada stabilitas sistem keuangan negara- negara tersebut. Akibatnya negara kawasan mengalami dampak perekonomian yang parah sehingga mengakibatkan lesunya pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan akhirnya mereka mengurangi beberapa tenaga kerjanya. Sehingga pengangguran di seluruh dunia meningkat secara tajam di tahun 2008. Selain itu inflasi akibat krisis global juga mengakibatkan transaksi bursa saham menurun drastis. Krisis global juga telah mempengaruhi perdagangan internasional yaitu menurunnya ekspor impor barang dan jasa terlebih lagi dengan komoditas ekspor Indonesia yang didominasi oleh komoditas primer dan komoditas teknologi yang berkualitas rendah.
                Upaya–upaya yang dilakukan dan prospek pemulihan terhadap kisis global ini didiperkuat dan dipercepat implementasinya. Pemulihan ini dilakukan dengan menerapkan kebijakan- kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan sektor riil. Dalam kebijakan moneter diterapkan dengan berbagai program injeksi likuiditas serta langkah penyelamatan lembaga keuangan strategis. Kebijakan fiskal mengarah pada belanja pemerintah dalam jumlah yang besar dan dilakukan secara bersamaan oleh negara maju, baik dalam bentuk pemotongan pajak, penciptaan proyek proyek infrastruktur ,serta pemberian benefit bagi rumah tangga dan perusahaan. Sedangkan dalam kebijakan sektor riil dengan melakukan perbaikan terhadap  permintaan sektor riil dan upaya pembenahan dari sisi ketersediaan likuiditasyang mendukung kegiatan produksi.

II. PEMBAHASAN
1.      Penyebab Krisis Global
            Perekonomian beberapa negara sepanjang tahun 2008 diwarnai oleh dinamika dan tantangan yang cukup berat seiring dengan meningkatnya resiko stabilitas ekonomi akibat gejolak perekonomian global. Beberapa argumen dibangun untuk melihat faktor penyebab mendasar di balik krisis keungan global yang tejadi semenjak tahun 2008. Telah disampaikan oleh  Doni Satria dan Solikin M. Juhro bahwa:

Taylor (2009) mengemukakan bahwa krisis disebabkan oleh kebijakan bank sentral yang cenderung mempertahankan tingkat bunga terlalu rendah, sebagai konsekuensi rendahnya tingkat inflasi dalam jangka waktu yang cukup panjang sebelum terjadi krisis. Taylor memaparkan bahwa bank sentral di negara maju tidak memperhitungkan risiko di sektor perbankan dan keuangan dalam fungsi reaksi kebijakan moneternya, sehingga menyebabkan penetapan tingkat bunga nominal yang salah (terlalu rendah). Implikasi dari analisis ini menunjukan adanya interaksi antara stance kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral terhadap risiko di sektor keuangan khususnya perbankan. Sedangkan Mishkin (2009) mengemukakan bahwa kebijakan moneter cenderung menjadi lebih potensial dimasa krisis tingkat efektifitasnya dibandingkan dengan kondisi normal, sehingga memberikan landasan untuk melakukan menejemen risiko makroekonomi untuk menghadapi masalah kontraksi perekonomian selama periode krisis.

Fakta di atas meunjukkan bahwa krisis global disebabkan oleh kebijakan moneter perbankan Amerika Serikat memberikan suku bunga yang terlalu rendah. Kredit tesebut menyebabkan banyak warga negaranya yang mengambil kredit tersebut. Namun kebanyakan diantara mereka yang meminjam adalah orang-orang yang berpendapatan rendah. Mereka pun kurang jelas mengenai kemampuan membayar kredit tersebut. Saat jatuh tempo mereka tidak mampu membayar untang-utangnya, sehingga terjadi kegagalan pembayaran kredit perumahan (subprime) di Amerika Serikat sehingga menyebabkan rusaknya sisitem perbankan bukan hanya di Amerika Serikat namun juga meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Secara beruntun menyebabkan guncangnya solvabilitas dan likuiditas  lembaga- lembaga keuangan di negara- negara tersebut.
Kebijakan pemerintah yang cenderung expansif dan kurang akomodatif menimbulkan maraknya penyaluran kredit berisiko tinggi. Apalagi dengan kemudahan mengajukan pinjaman yang didukung tren jangka panjang peningkatan harga rumah telah mendorong orang-orang mengajukan kredit yang lebih berisiko dengan harapan mendapatkan refinansi bunga yang lebih rendah. Gagal bayar dan pengambilalihan rumah oleh bank meningkat sejalan dengan berakhirnya periode suku bunga di awal pinjaman, sementara adjustable rate mortgage ( ARM) menjadi lebih tinggi(BI,2008). Suku bunga rendah dan derasnya aliran dana asing menciptakan situasi pasar kredit yang kondusif beberapa tahun sebelum krisis. Kredit perumahan memberikan konstribusi besar bagi peningkatan pemilikan rumah dan besarnya permintaan di sektor properti. Tingginya permintaan akan rumah memicu harga rumah meningkat. Pesyaratan kredit yang cukup mudah mendorong para debitur mengajukan kredit perumahan tersebut( ARM). Hal ini memudahkan debitur mendapatkan suku bunga yang rendah pada periode tertentu dan untuk periode mendatang diberlakukan suku bunga pasar.