Bross Orandi cantik murmerrrr :)

Bross Orandi cantik murmerrrr :)
Bross Organdi

Selasa, 13 Desember 2011


LAPORAN UNIT BISNIS UKM
“ANEKA PARFUME”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi




Disusun oleh :
Nanda Rosyid ( F0311082 )
Rima Rohani ( F0311100 )
Rizky Pradana Putra ( F0311103 )
Willy Bramantya ( F0311118 )

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011

A.    PENDAHULUAN
Telah berjalannya mata kuliah Akuntansi Pengantar I selama hampir 1 semester, kiranya dapat mencapai hasil yang diharapkan terhadap pengetahuan dan ilmu Akuntansi yang diperoleh mahasiswa. Mahasiswa diharapkan telah mampu membuat laporan keuangan sederhana dari event-event ekonomi yang terjadi dalam suatu perusahaan. Mulai dari mengidentifikasi event ekonomi, mencatat event ekonomi ke dalam jurnal, hingga akhirnya mengkomunikasikan ke dalam bentuk laporan keuangan yang berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Jika hanya teori saja yang diajarkan, maka dirasa tidaklah cukup. Oleh karena itu, diperlukan juga penerapan dan pengaplikasian secara langsung oleh mahasiswa dalam membuat dan meneliti laporan keuangan suatu perusahaan. Salah satu caranya ialah dengan terjun langsung ke dalam perusahaan yang berada di masyarakat, dalam hal ini adalah Unit Usaha UKM.
Mahasiswa dituntut untuk meneliti pengelolaan laporan keuangan yang ada di UKM tersebut. Namun jika UKM tersebut tidak membuat laporan keuangan, maka mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmunya yaitu dengan membantu menyusun laporan keuangan sederhana bagi UKM tersebut. Dengan begitu diharapkan nantinya mahasiswa dapat memiliki ilmu yang memadai baik teori maupun praktek di lapangan, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat lebih tertanam dalam jiwa mereka.
B.     PEMBAHASAN
1.      Gambaran Umum Perusahaan
Unit bisnis UKM yang akan kita bahas dalam makalah ini ialah “Aneka Parfume” milik Bapak Karim yang terletak di Jalan Surya Utama, belakang Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS). Sebenarnya toko parfum tersebut merupakan cabang dari toko parfum Bapak Karim yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau ingin mencoba merintis usaha parfum di kota Solo ini. Sampai saat ini, toko parfum yang dimiliki Bapak Karim ada 2 di Sidoarjo dan 1 di Solo. Toko parfum di Sidoarjo sudah dimulai sejak bulan April 2009, sedangkan baru memulai di Solo sekitar bulan April 2011.
Usaha yang digeluti Bp. Karim dapat dibilang sebagai usaha keluarga, dimana kerjasama antar anggota keluarga dalam menghasilkan produk sangat berpengaruh terhadap kelancaran usaha. Untuk pembelian bahan baku parfum ( kulakan ), Bp. Karim mengandalkan pamannya yang merupakan distributor sekaligus importir guna menunjang ketersediaan produk. Biaya angkut yang digunakan dalam pengiriman barang menggunakan prinsip FOB destination, dimana barang masih menjadi milik pengirim barang saat berada di perusahaan angkut. Jadi Bp. Karim tidak perlu mengeluarkan biaya angkut.

Jumlah barang yang tersedia terdiri dari beberapa item / jenis bibit parfum. Toko di Sidoarjo memiliki jumlah item hingga 207 jenis. Sedangkan di Solo yang pada awal pembukaan toko hanya terdapat 130 item, kini sudah memiliki 198 item untuk memenuhi selera masyarakat Solo. Dalam 1 bulan, Pak Karim dapat menambah 10 item baru untuk ia tawarkan kepada konsumen. Harga 1 item kira-kira mencapai Rp 300 ribu / item / botol. Harga yang tinggi membuat Bp. Karim hanya kulakan bibit / item parfum yang paling diminati saja. Beberapa item parfum yang paling diminati ialah Angel Heart, Jellosteel, Avril, Jessica Parker, Paris Hilton, Dunhill Blue, Anasui Dolhibrid, Bulgaria Aqua, Bulgaria Extri, serta David Bechkam.
Saat ini karyawan hanya 3 orang, yang berada di Sidoarjo. Sedangkan di Solo belum memiliki karyawan. Pak Karim berpendapat bahwa meracik parfum tidaklah mudah, untuk itu dia bersedia melakukan semuanya seorang diri dan tidak dibantu karyawan guna menjamin produk parfumnya. Toko yang ada di Solo masih berupa toko kontrakan dengan harga sewa rata-rata sekitar Rp. 9 juta / tahun yang harus dibayar dimuka. Selain itu, biaya listrik sebesar Rp. 100 ribu / bulan, biaya sampah Rp. 6.000 / bulan serta biaya telepon Rp. 150-200 ribu / bulan.
Namun adanya biaya tersebut juga sebanding dengan omset toko tersebut perbulan yang cukup menggiurkan. Omset toko yang berada di Sidoarjo sekitar Rp. 10-12 juta / bulan, yang biasanya omset tersebut dapat naik menjadi Rp. 15-17 juta / bulan saat hari Lebaran. Sedangkan toko yang berada di Solo sekitar Rp. 6-7 juta / bulan dan naik menjadi Rp. 9 jutaan saat lebaran tahun ini. Laba / keuntungan bersih yang didapat oleh Bp. Karim ialah sebesar 15-20% dari harga beli barang tersebut. Contohnya harga beli item tertentu per ml ialah Rp. 2200,- ; maka Pak Karim akan menjual item / jenis parfum tersebut dengan kisaran harga Rp. 2500,- hingga Rp. 3000,- .
Dalam menjalankan usahanya, Bp. Karim merasa tidak memiliki kendala. Hanya saja baginya untuk memulai usaha parfum dibutuhkan kejelian dan ketelitian dalam membedakan aroma parfum satu dengan parfum yang lain. Bagi orang yang pertama kali melakukannya pasti terlihat sangat sulit untuk membedakan semua item. Namun jika kita teliti, tekun dan berusaha keras, maka hal itu akan mudah untuk dilakukan.

2.      Akun-akun yang ada dalam perusahaan
            Usaha “ Aneka Parfume” dalam menyusun laporan keuangannya masih sederhana. Akun-akun yang dipakai adalah akun-akun yang biasa di pakai dalam perusahaan dagang karena usaha tersebut hanya membeli dan menjual barang tanpa mengubah bentuknya. Akun-akun yang dipakai adalah sebagai berikut:
·         Penjualan( Sales )
·         Harga Pokok Penjualan ( Cost of The Good Sold )
·         Beban Listrik, telepon, dan Sampah ( Utilities expense )
·         Retained Earnings
·         Store Equipment
·         Accumulated depreciation-store equipment
·         Prepaid Rent  
·         Merchandise Inventory
·         Cash               
           Dengan akun-akun tersebut usaha parfum dapat  mengetahui laba yang diperoleh. Sebenarnya perusahaan tersebut melakukan pembelian dan penjualan botol- botol parfume. Namun dalam makalah ini barang tersebut digabungkan dengan parfum sebagai produk tunggalnya. Untuk akun diskon atau potongan harga, usaha tersebut menerapkan system member. Sistem member tersebut yaitu setiap pembelian Rp 25.000,00 mendapatkan satu stamp. Sistem ini berlaku kelipatannya missal pembelian Rp 50.000,00 maka mendapatkan dua stamp. Apabila sudah terkumpul sepuluh stamp maka mendapatkan 20ml parfum secara gratis. Seperti yang dikatakan pemilik usaha system ini tidak selamanya berlaku karena tergantung dengan permintaan pembeli. Kadang-kadang ada pembeli yang meminta diskon langsung saat pembelian minimal Rp 25.000,00. Maka pemilik usaha akan memberikan diskon 10% dari pembelian tersebut. Namun karena laporan keuangannya sederhana dalam akun penjualan tersebut sebenarnya sudah bersih dari diskon atau potongan pembelian.
           Untuk beban angkut pembelian dari pemasok  system yang dipakai usaha ini yaitu FOB destination. Sedangkan untuk pembelian dari konsumen tidak ada beban angkut penjualan. Selain itu usaha ini tidak bisa menerima retur  karena yang dijual di usaha ini adalah bibit-bibit parfum yang murni. Para pembeli grosir saat menjual kembali biasa melakukan pencampuran bbit-bibit parfum ini sehingga usaha “Aneka Parfume” ini tidak bisa menerima retur karena bibit yang telah samapai pembeli grosir sudah tidak murni bibit asli. Sedangkan untuk persewaan toko yaitu Rp 9.000.000,00/ tahun dibayar di muka pada saat awal bulan April 2011. Pemilik mengatakan bahwa 2 tahun spekulasi kerja sewa toko diambil dari uang dalam atau pribadi.
           Pada beban listrik, telepon, dan sampah( utilities expense) untuk setiap bulannya sama. Untuk satu bulan beban listik rata-rata Rp 100.000,00 , beban telepon Rp 150.000,00 dan untuk beban sampah yaitu Rp 6.000,00. Jadi beban listrik, telepon, dan sampah( utilities expense) dalam satu bulan yaitu Rp256.0000,00.
3.       Laporan Keuangan
           Perusahaan tidak melakukan laporan keungan secara mendetail. Jadi secara umum laporan keuangan usaha tersebut untuk bulan Oktober tahun 2011:
Toko “ Aneka Parfume “
Income Statement
October 31, 2011
Sales ( sama dengan net sales)                                                           Rp xxxx
Less:  Cost of The Good Sold                      Rp xxxx
           Utilities expense                                  Rp xxxx                      Rp  xxxx
Net Income                                                                                        Rp   xxxx

“ Aneka Parfume “
Retained Earnings Statement
October 31, 2011

Retained Earnings October 1, 2011                                      Rp xxxxx
Add: Net Income                                                                             Rp xxxxx
                                                                                                           Rp xxxxx
Less: Dividend                                                                                  Rp xxxxx
Retained Earnings October 31, 2011                                                            Rp xxxxx

 “ Aneka Parfume “
Statement Of Financial Statement
October 31, 2011
Assets
Property, plant, equipment
           Store Equipment                                                         Rp xxxxx
           Less: Accumulated depreciation-store equipment Rp xxxxx           Rp xxxxx
Current Assets                                                                      
           Prepaid Rent                                                               Rp xxxxx
           Merchandise Inventory                                               Rp xxxxx
           Cash                                                                            Rp xxxxx            Rp xxxxx
                       Total Assets                                                                                Rp xxxxx


C.    KESIMPULAN
-          Harga jual bibit minyak wangi tidak mahal karena keuntungan yang diambil hanya 15-20 % dari harga jualnya.
-           Walaupun usaha ini masih berumur muda namun keuntungan yang didapat cukup tinggi.










D.    LAMPIRAN
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar