LAPORAN UNIT BISNIS UKM
“ANEKA PARFUME”
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi
Disusun
oleh :
Nanda
Rosyid ( F0311082 )
Rima
Rohani ( F0311100 )
Rizky
Pradana Putra (
F0311103 )
Willy
Bramantya ( F0311118
)
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS
MARET
SURAKARTA
2011
A. PENDAHULUAN
Telah
berjalannya mata kuliah Akuntansi Pengantar I selama hampir 1 semester, kiranya
dapat mencapai hasil yang diharapkan terhadap pengetahuan dan ilmu Akuntansi
yang diperoleh mahasiswa. Mahasiswa diharapkan telah mampu membuat laporan
keuangan sederhana dari event-event ekonomi yang terjadi dalam suatu
perusahaan. Mulai dari mengidentifikasi event ekonomi, mencatat event ekonomi
ke dalam jurnal, hingga akhirnya mengkomunikasikan ke dalam bentuk laporan
keuangan yang berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Jika hanya
teori saja yang diajarkan, maka dirasa tidaklah cukup. Oleh karena itu,
diperlukan juga penerapan dan pengaplikasian secara langsung oleh mahasiswa
dalam membuat dan meneliti laporan keuangan suatu perusahaan. Salah satu
caranya ialah dengan terjun langsung ke dalam perusahaan yang berada di
masyarakat, dalam hal ini adalah Unit Usaha UKM.
Mahasiswa
dituntut untuk meneliti pengelolaan laporan keuangan yang ada di UKM tersebut.
Namun jika UKM tersebut tidak membuat laporan keuangan, maka mahasiswa
diharapkan mampu menerapkan ilmunya yaitu dengan membantu menyusun laporan
keuangan sederhana bagi UKM tersebut. Dengan begitu diharapkan nantinya
mahasiswa dapat memiliki ilmu yang memadai baik teori maupun praktek di
lapangan, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat lebih tertanam dalam jiwa
mereka.
B. PEMBAHASAN
1.
Gambaran Umum
Perusahaan
Unit
bisnis UKM yang akan kita bahas dalam makalah ini ialah “Aneka Parfume” milik
Bapak Karim yang terletak di Jalan Surya Utama, belakang Universitas Negeri
Sebelas Maret Surakarta (UNS). Sebenarnya toko parfum tersebut merupakan cabang
dari toko parfum Bapak Karim yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau ingin mencoba
merintis usaha parfum di kota Solo ini. Sampai saat ini, toko parfum yang
dimiliki Bapak Karim ada 2 di Sidoarjo dan 1 di Solo. Toko parfum di Sidoarjo
sudah dimulai sejak bulan April 2009, sedangkan baru memulai di Solo sekitar
bulan April 2011.
Usaha
yang digeluti Bp. Karim dapat dibilang sebagai usaha keluarga, dimana kerjasama
antar anggota keluarga dalam menghasilkan produk sangat berpengaruh terhadap
kelancaran usaha. Untuk pembelian bahan baku parfum ( kulakan ), Bp. Karim mengandalkan pamannya yang merupakan
distributor sekaligus importir guna menunjang ketersediaan produk. Biaya angkut
yang digunakan dalam pengiriman barang menggunakan prinsip FOB destination, dimana barang masih menjadi milik pengirim barang
saat berada di perusahaan angkut. Jadi Bp. Karim tidak perlu mengeluarkan biaya
angkut.
Jumlah barang yang tersedia terdiri dari beberapa item / jenis bibit parfum. Toko di Sidoarjo memiliki jumlah item hingga 207 jenis. Sedangkan di Solo yang pada awal pembukaan toko hanya terdapat 130 item, kini sudah memiliki 198 item untuk memenuhi selera masyarakat Solo. Dalam 1 bulan, Pak Karim dapat menambah 10 item baru untuk ia tawarkan kepada konsumen. Harga 1 item kira-kira mencapai Rp 300 ribu / item / botol. Harga yang tinggi membuat Bp. Karim hanya kulakan bibit / item parfum yang paling diminati saja. Beberapa item parfum yang paling diminati ialah Angel Heart, Jellosteel, Avril, Jessica Parker, Paris Hilton, Dunhill Blue, Anasui Dolhibrid, Bulgaria Aqua, Bulgaria Extri, serta David Bechkam.
Saat
ini karyawan hanya 3 orang, yang berada di Sidoarjo. Sedangkan di Solo belum
memiliki karyawan. Pak Karim berpendapat bahwa meracik parfum tidaklah mudah,
untuk itu dia bersedia melakukan semuanya seorang diri dan tidak dibantu
karyawan guna menjamin produk parfumnya. Toko yang ada di Solo masih berupa
toko kontrakan dengan harga sewa rata-rata sekitar Rp. 9 juta / tahun yang harus dibayar
dimuka. Selain itu, biaya listrik sebesar Rp. 100 ribu / bulan, biaya sampah
Rp. 6.000 / bulan serta biaya telepon Rp. 150-200 ribu / bulan.
Namun
adanya biaya tersebut juga sebanding dengan omset toko tersebut perbulan yang
cukup menggiurkan. Omset toko yang berada di Sidoarjo sekitar Rp. 10-12 juta /
bulan, yang biasanya omset tersebut dapat naik menjadi Rp. 15-17 juta / bulan
saat hari Lebaran. Sedangkan toko yang berada di Solo sekitar Rp. 6-7 juta /
bulan dan naik menjadi Rp. 9 jutaan saat lebaran tahun ini. Laba / keuntungan
bersih yang didapat oleh Bp. Karim ialah sebesar 15-20% dari harga beli barang
tersebut. Contohnya harga beli item tertentu per ml ialah Rp. 2200,- ; maka Pak
Karim akan menjual item / jenis parfum tersebut dengan kisaran harga Rp. 2500,-
hingga Rp. 3000,- .
Dalam
menjalankan usahanya, Bp. Karim merasa tidak memiliki kendala. Hanya saja
baginya untuk memulai usaha parfum dibutuhkan kejelian dan ketelitian dalam
membedakan aroma parfum satu dengan parfum yang lain. Bagi orang yang pertama
kali melakukannya pasti terlihat sangat sulit untuk membedakan semua item.
Namun jika kita teliti, tekun dan berusaha keras, maka hal itu akan mudah untuk
dilakukan.
2. Akun-akun
yang ada dalam perusahaan
Usaha “ Aneka Parfume” dalam
menyusun laporan keuangannya masih sederhana. Akun-akun yang dipakai adalah
akun-akun yang biasa di pakai dalam perusahaan dagang karena usaha tersebut
hanya membeli dan menjual barang tanpa mengubah bentuknya. Akun-akun yang
dipakai adalah sebagai berikut:
·
Penjualan( Sales )
·
Harga Pokok Penjualan (
Cost of The Good Sold )
·
Beban Listrik, telepon,
dan Sampah ( Utilities expense )
·
Retained
Earnings
·
Store Equipment
·
Accumulated
depreciation-store equipment
·
Prepaid Rent
·
Merchandise
Inventory
·
Cash
Dengan
akun-akun tersebut usaha parfum dapat
mengetahui laba yang diperoleh. Sebenarnya perusahaan tersebut melakukan
pembelian dan penjualan botol- botol parfume. Namun dalam makalah ini barang
tersebut digabungkan dengan parfum sebagai produk tunggalnya. Untuk akun diskon
atau potongan harga, usaha tersebut menerapkan system member. Sistem member
tersebut yaitu setiap pembelian Rp 25.000,00 mendapatkan satu stamp. Sistem ini
berlaku kelipatannya missal pembelian Rp 50.000,00 maka mendapatkan dua stamp.
Apabila sudah terkumpul sepuluh stamp maka mendapatkan 20ml parfum secara
gratis. Seperti yang dikatakan pemilik usaha system ini tidak selamanya berlaku
karena tergantung dengan permintaan pembeli. Kadang-kadang ada pembeli yang
meminta diskon langsung saat pembelian minimal Rp 25.000,00. Maka pemilik usaha
akan memberikan diskon 10% dari pembelian tersebut. Namun karena laporan
keuangannya sederhana dalam akun penjualan tersebut sebenarnya sudah bersih
dari diskon atau potongan pembelian.
Untuk
beban angkut pembelian dari pemasok
system yang dipakai usaha ini yaitu FOB destination. Sedangkan untuk
pembelian dari konsumen tidak ada beban angkut penjualan. Selain itu usaha ini
tidak bisa menerima retur karena yang
dijual di usaha ini adalah bibit-bibit parfum yang murni. Para pembeli grosir
saat menjual kembali biasa melakukan pencampuran bbit-bibit parfum ini sehingga
usaha “Aneka Parfume” ini tidak bisa menerima retur karena bibit yang telah
samapai pembeli grosir sudah tidak murni bibit asli. Sedangkan untuk persewaan
toko yaitu Rp 9.000.000,00/ tahun dibayar di muka pada saat awal bulan April
2011. Pemilik mengatakan bahwa 2 tahun spekulasi kerja sewa toko diambil dari
uang dalam atau pribadi.
Pada
beban listrik, telepon, dan sampah( utilities expense) untuk setiap bulannya
sama. Untuk satu bulan beban listik rata-rata Rp 100.000,00 , beban telepon Rp
150.000,00 dan untuk beban sampah yaitu Rp 6.000,00. Jadi beban listrik,
telepon, dan sampah( utilities expense) dalam satu bulan yaitu Rp256.0000,00.
3. Laporan Keuangan
Perusahaan
tidak melakukan laporan keungan secara mendetail. Jadi secara umum laporan
keuangan usaha tersebut untuk bulan Oktober tahun 2011:
Toko “ Aneka
Parfume “
Income Statement
October 31, 2011
Sales
( sama dengan net sales) Rp xxxx
Less: Cost
of The Good Sold Rp xxxx
Net Income Rp xxxx
“ Aneka Parfume
“
Retained
Earnings Statement
October 31, 2011
Retained Earnings October 1,
2011 Rp
xxxxx
Rp
xxxxx
“ Aneka Parfume “
Statement Of
Financial Statement
October 31, 2011
Assets
Property, plant, equipment
Store Equipment Rp
xxxxx
Current Assets
Prepaid Rent Rp
xxxxx
Merchandise Inventory Rp
xxxxx
C. KESIMPULAN
-
Harga jual bibit
minyak wangi tidak mahal karena keuntungan yang diambil hanya 15-20 % dari
harga jualnya.
-
Walaupun usaha ini masih berumur muda namun
keuntungan yang didapat cukup tinggi.
D. LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar