Bross Orandi cantik murmerrrr :)

Bross Orandi cantik murmerrrr :)
Bross Organdi

Sabtu, 17 Desember 2011

Paragraf Induktif


PARAGRAF INDUKTIF
1. Analogi:
          
a.  Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

b. Lembaga pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan, dapat disamakan dengan pabrik.  Jika lembaga-lembaga pendidikan mengeluarkan lulusan-lulusannya, pabrik mengeluarkan produksinya.  Suatu lembaga pendidikan yang berhasil mengeluarkan lulusan yang bermutu akan mendapat penilaian yang tinggi dari masyarakat, sebagaimana masyarakat juga menilai tinggi terhadap suatu pabrik yang menghasiikan produksi dengan mutu yang baik.  Produksi dengan mutu yang baik tentu mempunyai kemungkinan pemasaran yang baik pula.  Dengan kata lain, produksi yang bermutu baik akan marketable.  Pabrik penghasil produksi yang bermutu itu akan dikenal oleh masyarakat dan apabila dapat mempertahankan mutu produksinya, dia akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.  Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan.  Apabila keluarannya bermutu, lulusan lembaga pendidikan itu akan mudah mencari pekerjaan karena lulusan-lulusannya dibutuhkan oleh masyarakat.  Dengan demikian, lembaga pendidikannya pun akan mendapat penghargaan yang tinggi dari masyarakat.  Jika lembaga pendidikan dimaksud dapat mempertahankan mutu lulusan-lulusannya, ia akan mendapat kepercayaan masyarakat.


2. Generalisasi:
            
a. Kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Purworejo memiliki 28 murid. Hari Kamis kemarin Bu Endang memberikan ulangan matematika pada jam pengayaan. Dari hasilnya di Ketahui Yang remidi hanya 2 siswa, yang mendapat nilai 75-85 sekitar 10 anak, murid yang lainnya mendapat nilai 85 ke atas. Dapat diketahui bahwa XII IPS 1 pandai dalam pelajaran matematika.

b. Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.

3. Paragraf Sebab Akibat
a. Sejumlah pedagang daging ayam di Purworejo mengalami gulung tikar karena omset penjualan yang mereka peroleh tidak bisa menutup modal awal. Minimnya omset penjualan  karena turunnya jumlah pembeli, akibat ketidakmampuan daya beli masyarakat.
b. Musim Penghujan  tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, sanitasi di kota itu tidak dirawas dengan semestinya. Ditambah lagi dengan masyarakatnya yang selalu membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, tidak mengherankan kota itu selalu dilanda banjir..

4. Paragraf akibat sebab

a. Di Purworejo banyak pengusaha fotokopi yang mengalami kerugian selama empat hari ini. Ekonomi pasar hampir mati total. Kegitan para pegawai tidak seefektif biasanya begitu pula kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah juga ikut tidakefektif. Beberapa hal ini diakibatkan oleh listrik mati selama empat hari di kota tersebut.

b. Purworejo. Dimana- mana debu bertebaran. Banyak orang yang beralih sebagai pedagang masker. Orang- orang malas untuk beraktifitas. Ekonomi pasar juga hampir mati total. Jalanan juga lebih sepi dari biasanya. Tugas rumah semakin banyak, yang biasanya mengepel lantai semiinggu tiga kali menjadi setiap hari. Hal ini dikarenakan dampak dari erupsi Gunung Merapi di Jogjakarta.

5. Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
           
a. Akhir- akhir ini petani Purworejo gagal panen karena tanaman padi mereka diserang hama keong. Hal ini menelan kerugian ratusan juta rupiah. Selain itu, distribusi beras ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Semarang terganggu. Persediaan di desa ;pun juga semakin menipis. Sehingga pemerintah melakukan kebijakan mengimpor beras dari Negara tetangga.
b. Para pedagang kurang pengetahuan dalam menawarkan dagangannya. Hasil jualan para pedagang di Desa Suka Maju hampir setiap bulan tidak memuaskan. Banyak barang dagangan yang tidak laku jual. Banyak pula dagangan yang membusuk. Bukan itu saja, mereka mengalami kerugian yang luar biasa.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar