Hanya sekedar "curhat" saja.
Sebagai pelanggan setia kereta api Prameks Kutoarjo-Solo ( sebaliknya ) saya merasa bahwa kereta Api sudah menjadi kebutuhan vital saya. Banyak keuntungan yang saya dapatkan dari kereta tersebut. Perjalanan sekitar 2 jam termasuk dalam kategori cepat daripada naik bus kutoarjo-solo yang hampir memakan waktu 5 jam. Itupun saya harus naik bus jurusan Jogja dahulu, setelahnya baru naik bus yang jurusan Purwoketo-an. Kalau tidak terpaksa ya saya lebih memilih tidak naik bus. Pasti!
Biaya yang dikeluarkanpun hampir sama. Untuk Prameks itu sendiri Kutoarjo-Solo ( sebaliknya ) Rp 20.000,00 dan bus sendiri ya sekitar Rp 20.000,00.
Tapi sebenarnya masih ada yang kurang dari pelayanan Prameks itu sendiri. Menurut saya jam terbang (istilah) masih termasuk dalam kategori sedikit. Apalagi yang terbang dari Solo-Kutoarjo. Yang saya tahu hanya ada 3 kali keberangkatan .
1. 05.30
2. 12.20
3. 15.00
Saya sebagai mahasiswa yang kadang kuliahnya sampai sore ( jam 15.00 ke bawah) ingin mewakili teman-teman yang senasib dengan saya menghibau PT KAI untuk menambah jam terbang Prameks yang sore sekitar jam 17.30.
Semoga dikabulkan bung..
Terimakasih
Selasa, 15 Mei 2012
Sabtu, 17 Desember 2011
PROPOSAL USAHA JAM TANGAN VIRIES WATCH
PROPOSAL
USAHA
JAM TANGAN
VIRIES WATCH
Disusun
Oleh :
RIMA ROHANI
SARVINA SABATINI
XII IPS 1
SEKOLAH
MENENGGAH ATAS
“SMA
NEGERI 1 PURWOREJO”
PURWOREJO
2010
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya
panjatkan atas kehadirat Allah SWT kerena atas rahmat dan hidayah-nya saya
dapat menyusun PROPOSAL USAHA JAM
TANGAN VIRIES WATCH ini dengan lancar dan
tepat pada waktunya, Untuk selanjutnya dalam pembuatan proposal ini tidak luput
dari bimbingan berbagai pihak. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih kepada
:
- Orang tua yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada saya
- Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing saya
- Teman-teman yang saya sayangi, tiada tempat mencurahkan segala isi hati kecuali pada kalian
- Masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan.
Proposal ini
saya susun sebagai bahan pertimbangan pengajuan usulan usaha yang saya
laksanakan berdasarkan peluang yang ada di wilayah saya sesuai dengan
pengamatan sekitar yang telah saya laksanakan.
Meskipun
proposal ini telah saya tulis dengan hati-hati namun saya yakin proposal ini
masih jauh dari sempurna.
Semoga proposal ini berguna untuk semua pihak.
1.PENDAHULUAN
Di era global sekarang
ini keadaan ekonomi di Indonesia
memang sangat memprihatinkan sejak krisis ekonomi yang melnda bangsa Indonesia
membuat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan pengangguran. Banyak
kejahatan yang terjadi dimana mana terlebih lebih di kota
kota besar
seperti Jakarta.banyak para pengusaha yang bangkrut kemudia gulung tikar.Banyak
para remaja yang putus sekolah dan menjadi pengangguran. Sebagai warga Negara
kreatif kita tidak boleh putus asa ataupun pantang menyerah pada keadaan
sekarang ini yang serba sulit kita harus berusaha,kreatif,inovatif dan berani
mengambil suatu keputusanserta resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan
sendiri. Kita tidak harus bergantung pada orang lain.Untuk mendapatkan suatu
pekerjaan kita harus berusaha semaksimal mungkin. Salah satu usaha yang
dilakukan untuk mengurangi pengangguran yaitu dengan berwira usaha. Dengan kita
berwira usaha kita bisa belajar mandiri dan bisa memaknai arti penting
kehidupan secara tidak langsung kita sudah membantu banyak orang.
2.
LATAR BELAKANG
Usaha ini berawal dari kecintaan kami terhadap makna asesoris terutama jam tangan.
Setiap kami memakai dan
membeli jam tangan. Setelah saya amati usaha ini belum
banyak dan jarang di temui di lingkungan rumah saya. Dari informasi-informasi
yang saya peroleh dan menurut pandangan saya usaha ini akan mencapai
kesikseasan dan maju. Dalam mendirikan usaha ini saya juga meringankan
biaya-biaya yang akan saya butuhkan dan dalam usaha ini saya belum membutuhkan
tenaga kerja karyawan. Untuk dapat mengatasi segala rintangan yang kami hadapi.
Dalam menjalankan usaha ini membutuhkan kemantapan dan keuletan dalam
menjalankanya. Saya juga akan bersungguh-sungguh dalam mengelola usaha ini
sebaik mungkin. Begitu besarnya biaya usaha yang dibutuhkan,saya tidak akan
main-main dalam usaha ini.
Raja Muda Bisnis Multimedia
Raja Muda Bisnis Multimedia
Hary Tanoesoedibjo, Presdir PT Bimantara Citra
Tbk dinobatkan Warta Ekonomi sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling
Berpengaruh 2005. Disebut, tidak banyak orang yang sukses dalam industri media
elektronik maupun cetak. Salah satunya adalah Hary Tanoesoedibjo. Tak heran
bila kemudian dia dijuluki "Raja Muda Bisnis Multimedia".
Warta Ekonomi 28 Desember 2005: Kiatnya? Tahun 1989
ada orang yang bertanya: Siapa sih Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo? Dia baru
berumur 25 tahun ketika mulai bekerja di PT Bhakti Investama. Waktu itu Hary
baru saja meraih gelar Master of Business Administration dari Carlton
University, Kanada. Namun, kalau pada 2005 masih ada yang bertanya siapakah
Hary Tanoesoedibjo, atau yang akrab dipanggil Hary Tanoe, rasanya keterlaluan.
Sebab, dialah raja bisnis multimedia di Indonesia.
Julukan “Raja Bisnis Multimedia” memang kian lekat
pada pria kelahiran 26 September 1965 ini. Apalagi sejak mengambil alih PT
Bimantara Citra Tbk. tahun 2000 lalu, Hary mengusung ambisi ingin menjadi
jawara bisnis media penyiaran dan telekomunikasi. Dan, mimpi itu terbukti. Kini
Hary Tanoe mempunyai tiga stasiun TV swasta: RCTI, TPI, dan Global TV, juga
stasiun radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia dan Majalah Ekonomi.
Renungan Hari Proklamasi
Renungan Hari Proklamasi
Sambil
mengacungkan kepalan tangan ke atas, teriakan “merdeka” berkumandang di segenap
penjuru Indonesia.
Kalau Jenderal Douglas MacArthur menggelorakan menang perangnya dengan tekad:
“in war there is no substitute for victory”. Rakyat Indonesia di bawah naungan
Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, Bung Tomo, Jenderal Soedirman dan para
pemimpin freedom fighters lainnya semangat rakyat tidak kalah menggelora:
“Merdeka atau mati!”.
Peringatan
Hari Proklamasi, dewasa ini, didominasi oleh upacara-upacara resmi, khususnya
upacara nasional yang diselenggarakan di halaman depan Istana Negara dipimpin
langsung oleh Presiden RI. Kemudian dikaitkan juga dengan semacam
pesta rakyat di tingkat kelurahan yang cukup ramai dan menimbulkan kegembiraan
sepintas.
Agaknya tidak
banyak peluang bagi para warga, yang prihatin mengamati situasi kondisi bangsa
dan negara, untuk merenungkan, apakah makna yang tersimpul dalam peristiwa amat
bersejarah 65 tahun lalu di
Jakarta itu masih relevan dengan situasi yang dihadapi bangsa, saat ini? Apakah
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
masih mampu menjadi sumber inspirasi yang mengangkat kita dari tekanan depresi
melihat bangsa ini seperti terjerat dalam rawa persoalan?
Pengaruh Globalisasi Terhadap Ekonomi,Budaya dan Politik di Indobesia
Pengaruh
Globalisasi Terhadap Ekonomi,Budaya dan Politik di Indobesia
Seperti
kita ketahui saat ini, terasa atau tidak terasa, suka atau tidak suka, kita
sedang terbawa oleh perubahan zaman yang sangat besar yang menyangkut segala
aspek kehidupan menuju suatu era yang disebut dengan era globalisasi.
Sejauh mana kita
berperan serta dalam era globalisasi tersebut?
Sebenarnya
yang diinginkan bangsa Indonesia adalah kita sebagai bangsa yang besar harus
dapat berperan serta positif dalam era globalisasi ini, kita tidak ingin hanya
menjadi obyek dan bulan-bulanan bangsa lain.Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan
diri sedini mungkin untuk menyongsong era tersebut, salah satu alternatif
adalah mempersiapkan sumber daya manusia melalui proses pendidikan. Jadi masalah
utama yang harus dijawab dalam adalah model pengajaran apa yang dapat
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka menyongsong era
globalisasi.
Globalisasi
ekonomi merupakan elemen lain dari kecenderungan internasional sekarang.
Sebelum Perang Dingin antara Blok AS dan US berakhir sekitar akhir 1980-an, ada
dua model sistem ekonomi yang dapat dijadikan negara baru, termasuk Indonesia
untuk menyelenggarakan kehidupan ekonomi nasionalnya, yakni sistem ekonomi
liberal atau pasar bebas yang merupakan ciri
dari perekonomian negara-negara industri maju Barat, dan sistem ekonomi
yang sentralistik atau sosialis, yang biasanya dianut oleh negara-negara Blok
Komunis. Namun, sejak memasuki 1990-an, sebagai kelanjutan dari runtuhnya
tembok komunisme, masyarakat dunia berpaling ke Blok Barat, dan menganggap
sistem ekonomi pasarlah yang mampu menciptakan kesejahteraan bangsa. Melalui
bantuan luar negeri dan iklan produk kapitalisme, negara-negara industri Barat,
telah mampu mempengaruhi pasar dunia. Berbagai bentuk kerjasama dan perdagangan
internasional serta regional didirikan. Semuanya telah dijadikan instrumen yang
sangat efektif di dalam menjajakan sistem ekonomi alternatif tersebut. Sebagai
akibatnya, sebagian besar negara dan masyarakat internasional, termasuk
Indonesia, sekarang berpaling kepada sistem ekonomi dunia yang baru ini.
Bagaimana
dengan Indonesia? Prinsip globalisasi adalah adanya pembagian kerja untuk
mencapai efisiensi. Sinyalemen bahwa Indonesia dengan tenaga kerja melimpah dan
upah buruh murah hanya kebagian industri ”peluh” (sweatshop) seperti pakaian
jadi dan alas kaki dalam rantai kegiatan produksi global, terbukti sebagian
besar benar.China, India, dan Malaysia juga memulai dengan sweatshop, tetapi
kemudian mampu meng-upgrade industrinya dengan cepat. Hal ini yang tidak
terjadi di Indonesia. Kebijakan Indonesia menghadapi globalisasi sendiri selama
ini lebih didasarkan pada sikap pragmatisme.
Direktur
Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Hadi Soesastro
(Globalization: Challenge for Indonesia) mengatakan, kebijakan pemerintah
menghadapi globalisasi tidak didasarkan pada pertimbangan ideologis, tetapi
lebih pada penilaian obyektif apa yang bisa dicapai negara-negara Asia Timur
lain.Apalagi, saat itu di antara negara-negara di kawasan Asia sendiri ada
persaingan, berlomba untuk meliberalisasikan perekonomiannya agar lebih menarik
bagi investasi global. Momentum ini didorong lagi oleh munculnya berbagai kesepakatan
kerja sama ekonomi regional seperti AFTA dan APEC.
Pemerintah
meyakini melalui liberalisasi pasar, industri dan perusahaan-perusahaan di
Indonesia akan bisa menjadi kompetitif secara internasional. Sejak pertengahan
tahun 1980-an,Indonesia sudah mulai meliberalisasikan dan menderegulasikan
rezim perdagangan dan investasinya.
Selama
periode 1986-1990, tidak kurang dari 20 paket kebijakan liberalisasi perdagangan
dan investasi diluncurkan. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Timur
yang memulai program liberalisasi ekonomi dengan liberalisasi rezim devisaNamun,
dalam banyak kasus, paket kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mendorong
sektor swasta waktu itu cenderung reaktif dan tak koheren serta diskriminatif
karena sering kali tidak menyertakan kelompok atau sektor tertentu dari program
deregulasi. Jadi, tidak mendorong terjadinya persaingan yang sehat.
Pengusaha
tumbuh dan menggurita bukan karena ia efisien dan kompetitif, tetapi karena ia
berhasil menguasai aset dan sumber daya ekonomi, akibat adanya privelese atau
KKN dengan penguasa. Kini Indonesia terkesan semakin gamang menghadapi
globalisasi, terutama di tengah tekanan sentimen nasionalisme di dalam negeri.
Di pihak pemerintah sendiri, karena menganggap sudah sukses melaksanakan tahap
pertama liberalisasi (first-order adjustment) ekonomi, pemerintah cenderung
menganggap sepele tantangan yang menunggu di depan mata.
Ini
tercermin dari sikap taken for granted dan cenderung berpikir pendek. Padahal,
tantangan akan semakin berat dan kompleks sejalan dengan semakin dalamnya
integrasi internasional. Belum jelas bagaimana perekonomian dan bangsa ini
menghadapi kompetisi lebih besar yang tidak bisa lagi dibendung.
Jika
China yang the world’s factory dan India yang kini menjadi surga outsourcing IT
dunia berebut menjadi pusat inovasi dunia, manufacture hub, atau mimpi-mimpi
lain, Indonesia sampai saat ini belum berani mencanangkan menjadi apa pun atau
mengambil peran apa pun di masa depan. Jika Indonesia sendiri tak mampu memberdayakan
dan menolong dirinya serta membiarkan diri tergilas arus globalisasi, selamanya
bangsa ini hanya akan menjadi tukang jahit dan buruh.
Menurut
seorang panelis, yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning,
repositioning strategy, dan leadership. Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah
beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas,
tahapan-tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan
yang kuat untuk mencapai itu, tahun 2030 bukan tidak mungkin Indonesia juga
bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan berdaya sebagai
pemenang dalam globalisasi.
Sementara
dalam bidang sosial budaya, globalisasi telah mampu menciptakan penyeragaman
gaya hidup. Pragmatisme dan konsumerisme merupakan dampak yang paling kasat
mata dari perkembangan budaya masyarakat dunia. Sebagai akibat dari kemajuan di
bidang teknologi informasi, khususnya periklanan, kecenderungan untuk memproduksi
sekarang kalah cepat dibandingkan untuk mengkonsumsi. Peran dari perusahaan
multinasional yang mampu dengan cepat dan massal menawarkan produknya, telah
menggusur kesadaran kolektif akan perlunya nasionalisme ekonomi atau bahkan jati
diri bangsa. Demi mengikuti perkembangan gaya hidup global, kerja keras dan kesederhanaan
diabaikan. Khawatir dituduh tidak “trendy” dan bukan menjadi warga internasional,
semangat untuk mencipta di sebagian besar negara dunia sekarang, dianggap bukan
lagi persoalan yang sangat penting.
Dari
segi politik, globalisasi dibuktikan lewat penyeragaman sistem penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan demokrasi liberal sebagai standarnya, negara-negara industri maju
berusaha untuk mendikte negara mana pun yang berharap dapat memperoleh hikmah
dari segala macam kemajuan di atas. Dewasa ini, tidak satu negara bebas di
dunia ini yang tidak berkenalan dengan demokrasi dan pasar bebas. Bank
Dunia,InternasionalMonetary Fund, World Trade Organization, Organisasi
Kerjasama Ekonomi Regional, dan bahkan PBB, telah berfungsi sangat efektif di
dalam mensosialisasikan gagasan-gagasan kebebasan di seluruh dunia. Meskipun
bentuk negara merdeka masih dihargai, namun dari segi politik, kedaulatannya
sudah kian rentan. Konsep pertahan wilayah atau pun negara sekarang menjadi
semakin relatif sifatnya. Keichi Ohmae menafsirkan kecenderungan global seperti
ini sebagai “dunia tanpa batas” (borderless world). Sedangkan Immanuel
Walerstein menyebutnya sebagai “sistem dunia” (world system) yang tandai oleh
adanya “global shopping centre”.
Bagaimana
yang seharusnya Indonesia lakukan untuk menyikapi perkembangan globalisai
tersebut?
Salah satu alternatif adalah memperkenalkan
IPTEK secara dini dalam pendidikan formal karena siswa-siswi kita adalah sumber
daya manusia dimasa yang akan datang.Peringatan Kebangkitan Nasional, idealnya
mampu mengantarkan komponen bangsa ini pada kontemplasi terhadap eksistensi
nasionalisme yang tengah berada dalam ancaman. Nasionalisme kita yang
tengahberada dalam ancaman, paling tidak diindikasikan semakin panjangnya
deretan persoalan kebangsaan, seperti besarnya utang luar negeri, fenomena
memudarnya rasionalitas dan praktik kriminalitas sosial yang terus diperagakan
dalam lahan sosial Indonesia sehingga muncul sebutan Republic of Horor atau
Republic of Fear, menuntut Indonesia untuk memiliki apa yang disebut
nasionalisme baru atau paling tidak merevitalisasi nasionalisme kita yang
sesungguhnya dibutuhkan bangsa ini agar menjadi sebuah keniscayaan.Langkah ini
barangkali bisa menjadi salah satu alternatif, yang mampu memberikan sumbangan
penting untuk turut meminimalisasi pesimistis yang melanda sebagian besar warga
negara, agar menempatkan kembali nasionalisme sebagai sesuatu yang dipahami
bersama dalam berbangsa dan bernegara serta mempertahankan nasionalisme dari
implikasi negatif globalisasi politik dan ekonomi.
Paragraf Induktif
PARAGRAF INDUKTIF
1. Analogi:
a. Para atlet memiliki latihan fisik
yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan
tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat.
Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan
musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus
memiliki fisik dan mental yang kuat.
b. Lembaga pendidikan, khususnya pendidikan
kejuruan, dapat disamakan dengan pabrik.
Jika lembaga-lembaga pendidikan mengeluarkan lulusan-lulusannya, pabrik
mengeluarkan produksinya. Suatu lembaga
pendidikan yang berhasil mengeluarkan lulusan yang bermutu akan mendapat
penilaian yang tinggi dari masyarakat, sebagaimana masyarakat juga menilai
tinggi terhadap suatu pabrik yang menghasiikan produksi dengan mutu yang
baik. Produksi dengan mutu yang baik
tentu mempunyai kemungkinan pemasaran yang baik pula. Dengan kata lain, produksi yang bermutu baik
akan marketable. Pabrik penghasil
produksi yang bermutu itu akan dikenal oleh masyarakat dan apabila dapat
mempertahankan mutu produksinya, dia akan mendapatkan kepercayaan dari
masyarakat. Demikian pula halnya dengan
lembaga pendidikan. Apabila keluarannya
bermutu, lulusan lembaga pendidikan itu akan mudah mencari pekerjaan karena
lulusan-lulusannya dibutuhkan oleh masyarakat.
Dengan demikian, lembaga pendidikannya pun akan mendapat penghargaan
yang tinggi dari masyarakat. Jika
lembaga pendidikan dimaksud dapat mempertahankan mutu lulusan-lulusannya, ia
akan mendapat kepercayaan masyarakat.
2. Generalisasi:
a. Kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Purworejo memiliki 28 murid. Hari Kamis kemarin Bu
Endang memberikan ulangan matematika pada jam pengayaan. Dari hasilnya di
Ketahui Yang remidi hanya 2 siswa, yang mendapat nilai 75-85 sekitar 10 anak,
murid yang lainnya mendapat nilai 85 ke atas. Dapat diketahui bahwa XII IPS 1
pandai dalam pelajaran matematika.
b. Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex,
dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang
6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak
kelas 3 cukup pandai mengarang.
3. Paragraf Sebab Akibat
a. Sejumlah pedagang daging ayam di Purworejo
mengalami gulung tikar karena omset penjualan yang mereka peroleh tidak bisa
menutup modal awal. Minimnya omset penjualan karena turunnya jumlah pembeli, akibat
ketidakmampuan daya beli masyarakat.
b. Musim Penghujan tahun ini cukup
panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang.
Di samping itu, sanitasi di kota itu tidak dirawas dengan semestinya. Ditambah
lagi dengan masyarakatnya yang selalu membuang sampah sembarangan. Oleh karena
itu, tidak mengherankan kota itu selalu dilanda banjir..
4. Paragraf
akibat sebab
a. Di Purworejo banyak pengusaha fotokopi yang
mengalami kerugian selama empat hari ini. Ekonomi pasar hampir mati total.
Kegitan para pegawai tidak seefektif biasanya begitu pula kegiatan belajar
mengajar di berbagai sekolah juga ikut tidakefektif. Beberapa hal ini
diakibatkan oleh listrik mati selama empat hari di kota tersebut.
b. Purworejo. Dimana- mana debu bertebaran.
Banyak orang yang beralih sebagai pedagang masker. Orang- orang malas untuk
beraktifitas. Ekonomi pasar juga hampir mati total. Jalanan juga lebih sepi
dari biasanya. Tugas rumah semakin banyak, yang biasanya mengepel lantai
semiinggu tiga kali menjadi setiap hari. Hal ini dikarenakan dampak dari erupsi
Gunung Merapi di Jogjakarta.
5. Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
a. Akhir-
akhir ini petani Purworejo gagal panen karena tanaman padi mereka diserang hama
keong. Hal ini menelan kerugian ratusan juta rupiah. Selain itu, distribusi
beras ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Semarang terganggu. Persediaan di
desa ;pun juga semakin menipis. Sehingga pemerintah melakukan kebijakan
mengimpor beras dari Negara tetangga.
b. Para pedagang kurang
pengetahuan dalam menawarkan dagangannya. Hasil jualan para pedagang di Desa
Suka Maju hampir setiap bulan tidak memuaskan. Banyak barang dagangan yang
tidak laku jual. Banyak pula dagangan yang membusuk. Bukan itu saja, mereka
mengalami kerugian yang luar biasa.
Selasa, 13 Desember 2011
LAPORAN UNIT BISNIS UKM
“ANEKA PARFUME”
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi
Disusun
oleh :
Nanda
Rosyid ( F0311082 )
Rima
Rohani ( F0311100 )
Rizky
Pradana Putra (
F0311103 )
Willy
Bramantya ( F0311118
)
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS
MARET
SURAKARTA
2011
A. PENDAHULUAN
Telah
berjalannya mata kuliah Akuntansi Pengantar I selama hampir 1 semester, kiranya
dapat mencapai hasil yang diharapkan terhadap pengetahuan dan ilmu Akuntansi
yang diperoleh mahasiswa. Mahasiswa diharapkan telah mampu membuat laporan
keuangan sederhana dari event-event ekonomi yang terjadi dalam suatu
perusahaan. Mulai dari mengidentifikasi event ekonomi, mencatat event ekonomi
ke dalam jurnal, hingga akhirnya mengkomunikasikan ke dalam bentuk laporan
keuangan yang berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Jika hanya
teori saja yang diajarkan, maka dirasa tidaklah cukup. Oleh karena itu,
diperlukan juga penerapan dan pengaplikasian secara langsung oleh mahasiswa
dalam membuat dan meneliti laporan keuangan suatu perusahaan. Salah satu
caranya ialah dengan terjun langsung ke dalam perusahaan yang berada di
masyarakat, dalam hal ini adalah Unit Usaha UKM.
Mahasiswa
dituntut untuk meneliti pengelolaan laporan keuangan yang ada di UKM tersebut.
Namun jika UKM tersebut tidak membuat laporan keuangan, maka mahasiswa
diharapkan mampu menerapkan ilmunya yaitu dengan membantu menyusun laporan
keuangan sederhana bagi UKM tersebut. Dengan begitu diharapkan nantinya
mahasiswa dapat memiliki ilmu yang memadai baik teori maupun praktek di
lapangan, sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat lebih tertanam dalam jiwa
mereka.
B. PEMBAHASAN
1.
Gambaran Umum
Perusahaan
Unit
bisnis UKM yang akan kita bahas dalam makalah ini ialah “Aneka Parfume” milik
Bapak Karim yang terletak di Jalan Surya Utama, belakang Universitas Negeri
Sebelas Maret Surakarta (UNS). Sebenarnya toko parfum tersebut merupakan cabang
dari toko parfum Bapak Karim yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau ingin mencoba
merintis usaha parfum di kota Solo ini. Sampai saat ini, toko parfum yang
dimiliki Bapak Karim ada 2 di Sidoarjo dan 1 di Solo. Toko parfum di Sidoarjo
sudah dimulai sejak bulan April 2009, sedangkan baru memulai di Solo sekitar
bulan April 2011.
Usaha
yang digeluti Bp. Karim dapat dibilang sebagai usaha keluarga, dimana kerjasama
antar anggota keluarga dalam menghasilkan produk sangat berpengaruh terhadap
kelancaran usaha. Untuk pembelian bahan baku parfum ( kulakan ), Bp. Karim mengandalkan pamannya yang merupakan
distributor sekaligus importir guna menunjang ketersediaan produk. Biaya angkut
yang digunakan dalam pengiriman barang menggunakan prinsip FOB destination, dimana barang masih menjadi milik pengirim barang
saat berada di perusahaan angkut. Jadi Bp. Karim tidak perlu mengeluarkan biaya
angkut.
MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Lingkungan
dalam Perspektif Islam
Oleh
:
Kelompok
4
1. Rima
Rohani (F0311100)
2. Rizka
Naili K. (F0311101)
3. Rizki
Akbar Anwar (F0311102)
4. Rizzky
Pradana Putra (F0311103)
5. Sheylla
Carlinda .P. (F0311105)
Dosen
: Zeni Lutfiah, S.Ag, M.Ag
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET
2011BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Problem lingkungan hidup pada masa
sekarang sudah merupakan masalah khusus dan besar bagi pemerintah dan
masyarakat. Masalah lingkungan hidup memang merupakan masalah yang kompleks di
mana lingkungan lebih banyak bergantung kepada tingkah laku manusia yang semakin
lama semakin menurun, baik segi kualitas maupun kuantitas dalam menunjang
kehidupan manusia, ditambah lagi dengan melonjaknya pertumbuhan penduduk yang
tidak terkendali dengan baik.
Dari kenyataan ini kiranya manusia perlu berangsur-angsur
mengembangkan suatu sikap yang menyayangi terhadap alam. Yang perlu kita atasi
adalah kecenderungan untuk melihat alam sebagai obyek semata-mata, sebagai
sesuatu untuk dimanfaatkan dan dieksploitasi menurut keperluan atau
kesewenang-wenangan manusia. Manusia harus belajar melihat alam sebagai kawan
kita. Karena pada dunia yang padat nanti ketergantungan manusia terhadap alam
akan bertambah. Keserasian dengan alam bagi manusia, yang diperlukan untuk
menghadapi masa depan, bukan persoalan pengetahuan dan konsepsi intelektual
semata.
Manusia akan harus belajar hidup di suatu bumi yang terbatas
di mana pertumbuhan ditentukan oleh batas-batas kemampuan teknologi dan
kearifan manusia itu sendiri. Jika manusia tidak mengembangkan dan memupuk
kearifan mengelola masyarakat, tata lingkungan dan kehidupan, lebih banyak lagi
orang yang akan menderita di masa-masa mendatang.
Manusia
diangkat Allah sebagai khalifah. Kekhalifahan yang menuntut manusia untuk
memelihara, membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan
tujuan penciptaannya. Dengan kedudukannya itu manusia diberi tanggung jawab,
yaitu diserahi bumi dengan segala isinya dan
tidak boleh diabaikan pula usaha untuk melestarikannya, artinya hendaklah
dijaga keseimbangan ekologi dan hindari pencemaran serta diupayakan agar
digunakan sehemat mungkin. Bumi ini bukanlah warisan nenek moyang segelintir
orang, melainkan pinjaman dari anak cucu mereka. Selaku peminjam, mereka harus
pandai dan adil, tidak ceroboh supaya barang pinjaman itu dapat dikembalikan
sesuai aslinya, atau mungkin lebih baik lagi.
Oleh
karena itu, kelompok kami tertarik untuk membahas tentang Lingkungan dalam
Perspektif Islam dan makalah ini mencoba menguraikan hal-hal yang berkaitan
dengan pandangan Islam tentang problematika lingkungan hidup.
B.
TUJUAN
1. Memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan Agama Islam
2. Untuk
mengetahui pengertian lingkungan dan pengertian lingkungan menurut Islam
3. Agar
lebih memahami pandangan Islam terhadap lingkungan
4. Untuk mengetahui langkah – langkah
pencegahan yang dapat ditempuh untuk mengatasi kerusakan alam
BAB II
ISI
A.
Pengertian
Lingkungan
Manusia wajib memelihara dan menjaga lingkungan
hidup agar tetap lestari dan alami. Hal ini disebabkan, karena lingkungan
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dala kehidupan manusia. Lingkungan hidup
menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997, didefiniikan sebagai “kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup”. Dalam pengelolaan lingkungan hidup, manusia
mempunyai peranan yang sangat penting. Karena pengelolaan lingkungan hidup itu
sendiri, pada akhirnya ditujukan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di
muka bumi ini.
Selanjutnya lingkungan hidup (Human Ecology) menurut
H.A. Mattulada (1994) meliputi makhluk biologis, makhluk bermasyarakat dan
sebagai insan budaya. Dapat dikatakan, lingkungan hidup manusia terdiri atas:
1) lingkungan biofisik, 2) lingkungan sosial, dan 3) lingkungan budaya. Adapun
Yusuf al-Qardhawi (2002) (dalam Jalaluddin, 2008: 3) menilai lingkungan hidup
meliputi yang dinamis (hidup) dan yang statis (mati). Lingkungan dinamis
(hidup), lanjut al Qardhawi meliputi wilayah manusia, hewan, dan tumbuhan.
Sedangkan lingkungan statis (mati) meliputi alam ( thabi‟ah)
yang diciptakan Allah, dan industri (shinaiyyah) yang diciptakan manusia.
Lingkungan statis ini dapat dibedakan dalam dua
kategori pokok. Pertama, bahwa seluruh alam ini diciptakan untuk kemaslahatan
manusia, membantu dan memenuhi semua kebutuhan mereka. Kedua, bahwa lingkungan
dengan seisinya, satu sama lain saling mendukung, saling menyempurnakan, saling
menolong, sesuai dengan sunnah-sunnah Allah yang berlaku di jagat raya ini. Di
sini terlihat, bahwa “naturnya” lingkungan itu berada dalam sebuah system
tatanan yang harmonis. Menurut H.A. Mattulada (1994), saling hubungan dan
ketergantungan antara segenap anasir melahirkan apa yang disebut “system
lingkungan” (ecosystem). Suatu sistem yang berlaku pada lingkungan hidup social
dan lingkungan hidup budaya, sebagai keseluruhan lingkungan hidup manusia.
Ketiga lingkungan hidup (alam fisik, sosial dan budaya) itu pun berada dalam
saling berhubungan dan saling ketergantungan (dalam Jalaluddin, 2008: 4).
Dari pendapat di atas dapatlah disimpulkan bahwa
lingkungan itu sebenarnya ada dua, yaitu lingkungan manusia dan lingkungan
selain manusia atau disebut juga lingkungan alam (hewan, tumbuhan, sosial, benda,
daya, keadaan dan termasuk juga perilaku manusia). Atau dengan kata lain,
lingkungan mencakup segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. Bahkan
manusia pun dapat dikategorikan sebagai lingkungan. Pembentukan lingkungan yang
baik menjadi tugas dan tanggung jawab
manusia.
Rabu, 30 November 2011
Kamis, 17 November 2011
PROGARAM TRANSMIGRASI DATANG LAGI
Metrotvnews.com, Solo: Puluhan warga Kota Solo, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Propinsi Gorontalo, Rabu (16/11), dalam program transmigrasi Pemerintah Kota Solo. Pasalnya, program transmigrasi ini merupakan cara Pemkot Solo untuk mengentaskan kemiskinan warganya.
Sebanyak sembilan kepala keluarga yang ikut program tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Nantinya, mereka akan memperoleh jatah masing-masing satu unit rumah serta lahan seluas dua hektare.
Salah seorang transmigran, Bambang Timotius, mengaku mengikuti program ini karena ingin memperbaharui hidupnya. Bambang dan keluarga langsung mendaftar saat Pemkot Solo memberitahukan kepada warga perihal program tersebut.
Transmigrasi menjadi pilihan Bambang dengan tujuan untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Ia berharap, di tanah yang baru, masa depan kluarga menjadi yang lebih baik, terutama bagi anak-anaknya.
Selama tinggal di Solo, kebanyakan transmigran tidak memiliki rumah sendiri. Bahkan, sebagian mengontrak di tepi Sungai Bengawan Solo dengan resiko terkena banjir. (Eka Hari Wibawa/*)
Yunani tidak akan keluar dari Zona Euro
Metrotvnews.com, Athena: Perdana Menteri baru Yunani, Lucas Papademos menegaskan, negeranya tidak akan keluar dari Zona Euro. Papademos juga menyakinkan negara penjamin akan membuat langkah radikal agar negerinya keluar dari krisis ekonomi.
Papademos menyatakan, sejumlah langkah radikal tersebut di antaranya adalah meningkatkan sumber daya serta meregulasi kebijakan fiskal.
Peningkatan sumber daya itu akan dilakukan dengan menghidupkan pertanian dan perkebunan. Hal ini dilakukan untuk memasok kebutuhan pangan Yunani yang selama ini bergantung nyaris seratus persen pada Eropa.
Kini, harga pangan menjadi momok menakutkan bangsa Yunani di tengah kebijakan ekstra ketat dan kenaikan pajak untuk membayar utang.
Papademos mengakui besar anggaran rumah tangga Yunani yang sangat memberatkan adalah gaji pegawai. Pemerintahnya membutuhkan kucuran segera dana talangan tahap lanjutan kelima sebesar 130 juta Euro.
Dana tersebut dibutuhkan Yunani setidaknya untuk bertahan hidup sepanjang enam bulan mendatang. (*)
KRISIS
GLOBAL DAN KEBIJAKAN MONETER
INDONESIA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Makro
Disusun
oleh :
Rima
Rohani
F0311100
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
I. PENDAHULUAN
Krisis perekonomian global
telah terjadi di tahun 2008. Krisis tersebut memberikan dampak yang berbeda
pada perekonomian global. Pengaruh terhadap perekonomian Indonesia juga sangat
besar sebagai konsekuensi terbukanya sistem perekonomian Indonesia. Krisis
berawal dari negara tembok kapitalis dunia yaitu Amerika Serikat,yaitu kebijakan
moneter pada saat pemerintahan Josh Bush memberikan kredit perumahan dengan
suku bunga yang rendah. Dalam periode panjang kebijakan ini membangkitkan
kegiatan ekonomi yang didanai secara kredit.
Di sisi lain bunga yang rendah serta mudahnya mendapat kredit pinjaman
mendorong meningkatnya jumlah kredit yang memiliki resiko gagal bayar. Kredit
lebih banyak diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki penghasilan.
Sehingga mereka pun juga tidak memiliki kemampuan membayar yang jelas.
Krisis yang terjadi di
Amerika Serikat dapat digambarkan dalam teori domino. Akibat macetnya keuangan
perbankan , secara cepat mengalir dan menyebar pada sistem keuangan dunia. Pergeseran
arus modal yang besar pada berbagai negara menyebabkan guncangan pada
stabilitas sistem keuangan negara- negara tersebut. Akibatnya negara kawasan
mengalami dampak perekonomian yang parah sehingga mengakibatkan lesunya
pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan
akhirnya mereka mengurangi beberapa tenaga kerjanya. Sehingga pengangguran di
seluruh dunia meningkat secara tajam di tahun 2008. Selain itu inflasi akibat
krisis global juga mengakibatkan transaksi bursa saham menurun drastis. Krisis
global juga telah mempengaruhi perdagangan internasional yaitu menurunnya
ekspor impor barang dan jasa terlebih lagi dengan komoditas ekspor Indonesia
yang didominasi oleh komoditas primer dan komoditas teknologi yang berkualitas
rendah.
Upaya–upaya yang dilakukan dan prospek pemulihan terhadap
kisis global ini didiperkuat dan dipercepat implementasinya. Pemulihan ini
dilakukan dengan menerapkan kebijakan- kebijakan yang mencakup kebijakan
moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan sektor riil. Dalam kebijakan moneter
diterapkan dengan berbagai program injeksi likuiditas serta langkah
penyelamatan lembaga keuangan strategis. Kebijakan fiskal mengarah pada belanja
pemerintah dalam jumlah yang besar dan dilakukan secara bersamaan oleh negara
maju, baik dalam bentuk pemotongan pajak, penciptaan proyek proyek
infrastruktur ,serta pemberian benefit bagi rumah tangga dan perusahaan. Sedangkan
dalam kebijakan sektor riil dengan melakukan perbaikan terhadap permintaan sektor riil dan upaya pembenahan
dari sisi ketersediaan likuiditasyang mendukung kegiatan produksi.
II. PEMBAHASAN
1.
Penyebab
Krisis Global
Perekonomian
beberapa negara sepanjang tahun 2008 diwarnai oleh dinamika dan tantangan yang
cukup berat seiring dengan meningkatnya resiko stabilitas ekonomi akibat
gejolak perekonomian global. Beberapa argumen dibangun untuk melihat faktor
penyebab mendasar di balik krisis keungan global yang tejadi semenjak tahun
2008. Telah disampaikan oleh Doni Satria
dan Solikin M. Juhro bahwa:
Taylor (2009)
mengemukakan bahwa krisis disebabkan oleh kebijakan bank sentral yang cenderung
mempertahankan tingkat bunga terlalu rendah, sebagai konsekuensi rendahnya
tingkat inflasi dalam jangka waktu yang cukup panjang sebelum terjadi krisis.
Taylor memaparkan bahwa bank sentral di negara maju tidak memperhitungkan
risiko di sektor perbankan dan keuangan dalam fungsi reaksi kebijakan
moneternya, sehingga menyebabkan penetapan tingkat bunga nominal yang salah
(terlalu rendah). Implikasi dari analisis ini menunjukan adanya interaksi
antara stance kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral terhadap
risiko di sektor keuangan khususnya perbankan. Sedangkan Mishkin (2009)
mengemukakan bahwa kebijakan moneter cenderung menjadi lebih potensial dimasa
krisis tingkat efektifitasnya dibandingkan dengan kondisi normal, sehingga
memberikan landasan untuk melakukan menejemen risiko makroekonomi untuk
menghadapi masalah kontraksi perekonomian selama periode krisis.
Fakta di atas meunjukkan
bahwa krisis global disebabkan oleh kebijakan moneter perbankan Amerika Serikat
memberikan suku bunga yang terlalu rendah. Kredit tesebut menyebabkan banyak
warga negaranya yang mengambil kredit tersebut. Namun kebanyakan diantara
mereka yang meminjam adalah orang-orang yang berpendapatan rendah. Mereka pun
kurang jelas mengenai kemampuan membayar kredit tersebut. Saat jatuh tempo
mereka tidak mampu membayar untang-utangnya, sehingga terjadi kegagalan
pembayaran kredit perumahan (subprime) di Amerika Serikat sehingga
menyebabkan rusaknya sisitem perbankan bukan hanya di Amerika Serikat namun
juga meluas hingga ke Eropa lalu ke Asia. Secara beruntun menyebabkan
guncangnya solvabilitas dan likuiditas
lembaga- lembaga keuangan di negara- negara tersebut.
Kebijakan pemerintah yang
cenderung expansif dan kurang akomodatif menimbulkan maraknya penyaluran kredit
berisiko tinggi. Apalagi dengan
kemudahan mengajukan pinjaman yang didukung tren jangka panjang peningkatan
harga rumah telah mendorong orang-orang mengajukan kredit yang lebih berisiko
dengan harapan mendapatkan refinansi bunga yang lebih rendah. Gagal bayar dan
pengambilalihan rumah oleh bank meningkat sejalan dengan berakhirnya periode
suku bunga di awal pinjaman, sementara adjustable rate mortgage ( ARM)
menjadi lebih tinggi(BI,2008). Suku bunga rendah dan derasnya aliran dana asing
menciptakan situasi pasar kredit yang kondusif beberapa tahun sebelum krisis.
Kredit perumahan memberikan konstribusi besar bagi peningkatan pemilikan rumah
dan besarnya permintaan di sektor properti. Tingginya permintaan akan rumah
memicu harga rumah meningkat. Pesyaratan kredit yang cukup mudah mendorong para
debitur mengajukan kredit perumahan tersebut( ARM). Hal ini memudahkan debitur
mendapatkan suku bunga yang rendah pada periode tertentu dan untuk periode
mendatang diberlakukan suku bunga pasar.
OPTIMALISASI
POTENSI KELAPA
SEBAGAI
KEUNGGULAN KOMPETITIF INDONESIA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Makro
Disusun
oleh :
Rima
Rohani
F0311100
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
PENDAHULUAN
Setiap negara di dunia memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda.
Kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara
belum tentu bisa dimiliki negara lain. Oleh karena itu setiap negara memiliki
keunggulan masing-masing. Begitu pula, Indonesia. Kekayaan yang dimiliki
negara Indonesia
memang tak ternilai harganya. Kekayaan tersebut dapat dilihat dari luasnya perkebunan kelapa. Dunia mencatatnya sebagai perkebunan kelapa yang terluas di dunia, dengan luas areal mencapai 3,86 juta hektare (ha)
atau 31,2 persen dari total areal dunia yang kurang lebih sekitar 12 juta ha. 98 persen dari total
luas perkebunan kelapa di indonesia
merupakan perkebunan rakyat, dan sisanya berupa perkebunan negara dan
perkebunan swasta.
Persebaran kebun kelapa hampir merata di seluruh Indonesia, dengan
sebaran terbanyak berada di Sumatera mencapai, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur ,serta beberapa
derah lainnya. Total produksi kelapa sejak tahun 2007 menjadi
produksi terbesar di dunia dan produksi kelapa terbesar
kedua diiukti oleh negara Philipina. Negara
Philipina juga saingan terberat Indonesia di pasaran dunia.
Sebenarnya sumber
daya kelapa merupakan
keunggulan kompetitif Indonesia. Kelapa memberikan potensi
yang sangat besar dalam memasuki
dunia pasar internasional karena kelapa memiliki
kontribusi dan peran strategis hampir pada semua bidang kehidupan, yaitu di
bidang ekonomi, pangan, kesehatan, energi, lingkungan, konstruksi, sosial
budaya, seni dan kerajinan, serta pariwisata. Namun potensi tersebut masih terhalang oleh
beberapa kendala. Kendala yang utama yaitu karena kurangnya tenaga trampil
dalam mengolah kelapa baik secara hulu maupun hilir. Oleh karena itu Indonesia perlu melakukan
optimalisasi terhadap potensi kelapa Indonesia sehingga
mampu menjadi salah satu
motor penggerak perekonomian nasional.
Optimalisasi dilakukan dengan menentukan
kebijakan,stategi, dan program yang tepat. Optimalisasi ini harus dilakukan
beriringan baik oleh pemerintah, industi, maupun petani kelapa. Apabila hal-hal
tersebut sudah terkondisikan di Indonesia, maka akan meningkatkan produktivitas
kelapa dan mampu mengalahkan potensi Philipina yang merupakan saingan terberat
Indonesia.
PEMBAHASAN
Pohon
kelapa sudah tidak asing lagi di telinga kita karena hampir setiap hari kita
mungkin berhubungan dengan hasil dari tanaman kelapa secara langsung maupun
tidak langsung. Kelapa hidup di
daerah tropis dengan iklim panas dan lembab di Asia-Pasifik.
Tanaman kelapa ini menjadi komoditi sosial dimana komoditi ini dibudidayakan
oleh jutaan petani di Indonesia sekaligus
menjadi matapencaharian utamanya. Kelapa dapat tumbuh di semua jenis tanah. Hal
ini terbukti dengan adanya tanaman kelapa rakyat yang tumbuh di tanah
pekarangan, pertamanan, tempat rekreasi, di pematang sawah dan di kebun
bercampur baur dengan macam tanaman lain serta kelapa dapat juga tumbuh di
sungai dan lain-lain. Tetapi bagi perkebunan atau perusahaan yang akan
mendirikan perkebunan kelapa, memerlukan pertimbangan dan syarat tanah tertentu
agar pertumbuhan tanaman cukup baik dan menguntungkan.
Tanaman
kelapa bagi Indonesia merupakan tanaman yang sangat penting, karena tanaman ini
sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, menjadi salah satu komoditi
usahatani rakyat, dan merupakan komoditi ekspor. Kelapa adalah tanaman
serbaguna yang dimana seluruh bagian tanaman ini bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Itulah sebabnya tanaman ini telah ratusan tahun dikenal di seluruh
kepulauan nusantara.
Daging dari buah adalah komponen kelapa yang
paling luas penggunaannya. Daging buah dikembangkan baik untuk produk pangan
maupun non pangan mulai dari produk primer yang masih menampakan ciri-cirinya
hingga yang tidak menampakan ciri-cirinya. Pengolahan dalam pemanfaatan daging
buah kelapa yang sangat dikenal masyarakat pada umumnya dapat berupa segar atau lewat kopra (kering) .
Hasil penting dari pengolahan daging kelapa segar adalah desiccated coconut (DC),
coconut cream (CC), coconut milk (CM) dan coconut crude oil (CCO).
Dan kopra atau biasa disebut minyak klentik
masih diproduksi secara tradisional. Selanjutnya dari produk ini dapat
diturunkan beberapa produk hilir. Perkembangan teknologi dan preferensi
konsumen yang telah mengakomodasi isu lingkungan dan kesehatan, telah mendorong
industri kelapa berkembang makin beragam dan mendalam. Produk-produk yang
banyak diminati karena nilai ekonominya yang tinggi diantaranya adalah VCO, AC,
CF, CP, CC, serta oleokimia yang dapat menghasilkan asam lemak, metil ester,
fatty alkohol, fatty amine, fatty nitrogen, glyserol, dan lain-lainnya.
Bahan-bahan tersebut biasanya dipakai industri hilir yang hanya dikuasai oleh beberapa
perusahaan raksasa trans-nasional yaitu: Unilever, Henkel, Procter and Gamble,
dan Colgate Palmolive. Hanya Filipina dari negara produsen kelapa yang tercatat
sebagai eksportir produk oleokimia dari kelapa.
Langganan:
Postingan (Atom)
